Home MIGAS 7 Negara Pemberi Subsidi BBM Terbesar di Dunia, Indonesia di Urutan ke Berapa?
MIGAS

7 Negara Pemberi Subsidi BBM Terbesar di Dunia, Indonesia di Urutan ke Berapa?

Share
BPH Migas: Pengelola SPBU Wajib Beri Pelayanan Maksimal ke Konsumen
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Bahan Bakar Minyak (BBM) dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi semua masyarakat dunia. Namun dengan harga minyak dunia yang semakin meroket, dibutuhkan subsidi agar masyarakat yang tidak mampu bisa menjangkau harga BBM tersebut. Sayangnya, BBM subsidi juga dinikmati oleh para orang kaya yang sebenarnya mampu membeli BBM tanpa bantuan negara.

Ironisnya, subsidi BBM ini makin bertambah, sehingga Pemerintah harus mengucurkan, anggaran yang semakin besar untuk subsidi BBM. Dan ternyata Indonesia bukan satu-satunya yang menerapkan kebijakan subsidi BBM, karena masih ada beberapa negara lain juga yang memberikan subsidi agar bahan bakar yang terjangkau dapat dibeli oleh masyarakat.

Pada tahun 2021 seiring dengan penyesuaian masa pandemi, subsidi itu naik ke angka US$ 440 miliar. Hal itu terjadi karena harga energi yang kembali pulih sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi. Sementara, pembuat kebijakan ragu-ragu melakukan reformasi subsidi selama pemulihan ekonomi yang tak pasti.

International Energy Agency (IEA) telah lama menganjurkan penghapusan atau pengurangan subsidi energi. Pasalnya, subsidi mendistorsi pasar, dan mengirimkan sinyal harga yang salah kepada pengguna, memperlebar defisit fiskal negara berkembang, dan mencegah adopsi energi terbarukan yang lebih bersih.

IEA juga melaporkan bahwa minyak merupakan bahan bakar yang paling banyak disubsidi disusul gas dan listrik.

Pada tahun 2020, Arab Saudi merupakan negara yang paling banyak memberikan subsidi untuk bahan bakar fosil dengan angka mencapai USD 5,2 miliar. Kemudian, disusul oleh Venezuela dan Aljazair masing-masing USD 3,8 miliar dan USD 3,7 miliar.

Selanjutnya secara berurutan, negara berikutnya ada Libya USD 3 miliar, Iran USD 2,9 miliar, Indonesia USD 2,4 miliar dan Mesir USD 1,8 miliar.

Sementara khusus untuk negara-negara Asia Tenggara, harga rata-rata BBM per April 2022 adalah Singapura Rp 30.208,494 per liter, Laos Rp 24.767,727 per liter, Filipina Rp 20.828,151 per liter, dan Kamboja Rp 20.521,002 per liter.

Selanjutnya Thailand Rp 19.767,688, Vietnam Rp 18.647,342, Indonesia Rp 16.500,00 per liter dan Malaysia Rp 6.965,032 per liter. Dari data di atas, Indonesia menjadi negara dengan subsidi terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Malaysia.(SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Siapkan 419 Insinyur Masa Depan, Gandeng ITB Hadapi Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pertamina tancap gas menyiapkan talenta teknik andal untuk menjawab tantangan...

Pertamina Tancap Gas Bangun UMKM Pangan Naik Kelas Lewat Pertapreneur Aggregator

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) semakin serius mendorong UMKM pangan lokal agar...

Proyek Kilang Balikpapan Bikin Ekonomi Lokal Ngebut, UMKM hingga 24 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan dampak nyata proyek strategis nasional....

PGE Eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Energi Bersih 55 MW

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai mengeksekusi proyek Pembangkit...