Home MIGAS Harga Minyak Turun 2 Persen, Brent USD86,27 Per Barrel, WTI Lebih Rendah
MIGAS

Harga Minyak Turun 2 Persen, Brent USD86,27 Per Barrel, WTI Lebih Rendah

Share
Harga Minyak Turun 2 Persen, Brent USD86,27 Per Barrel, WTI Lebih Rendah
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak merosot sekitar 2 persen, Senin, terpukul kekhawatiran investor atas kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve yang menurunkan pasar berisiko seperti ekuitas, sementara dolar menguat.

Saham Wall Street melemah, setelah pekan lalu membukukan minggu terburuk sejak 2020, menarik aset berisiko lainnya seperti minyak mentah.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,62 atau 1,8 persen, menjadi USD86,27 per barrel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,83 atau 2,2 persen, menjadi USD83,31 per barrel.  

Demikian mengutip laporan  Reuters,  di New York, Senin (24/1/2022) atau Selasa (25/1/2022) pagi WIB.

Kedua tolok ukur itu naik untuk minggu kelima berturut-turut, pekan lalu, melonjak sekitar 2 persen untuk mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014.

Harga minyak melambung lebih dari 10 persen tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan dan OPEC Plus kini berjuang untuk mencapai target kenaikan produksi bulanan 400.000 barel per hari.

Relative Strength Index, ukuran sentimen pasar jangka pendek, hingga Senin diperdagangkan pada level yang dianggap sebagai indikasi koreksi jangka pendek dalam minyak.

“Gambaran besarnya, kami meyakini minyak akan bergerak lebih tinggi dalam jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek kita telah  overbought  dan dibebani risiko geopolitik,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Saham jatuh sementara dolar melesat ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang, Senin, terangkat ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina dan kemungkinan sikap yang lebih  hawkish  dari The Fed pekan ini.

Ketegangan di Ukraina meningkat selama berbulan-bulan setelah Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasannya, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Eropa Timur.

Di Timur Tengah, Uni Emirat Arab mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik Houthi yang menargetkan negara Teluk itu, Senin, setelah serangan mematikan seminggu sebelumnya.

Eskalasi lebih lanjut dari situasi di Ukraina dan Timur Tengah “membenarkan premi risiko pada harga minyak karena negara-negara yang terlibat – Rusia dan UEA – adalah anggota penting OPEC Plus,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bali Dikebut Pulih! Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM dan 60 SPBU 24 Jam

Denpasar, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga menggenjot pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM)...

Pertamina Bor Cari Migas di Kalimantan Utara, Sumur Tingkilan-001 Dibidik Tembus 1.574 Meter

Mangkupadi, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai...

Pertamina dan Transjakarta Bidik Bus Hidrogen, Dua Unit Ditargetkan Mengaspal pada 2028!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menjajaki pengembangan...

Pertamina Lirik Limbah Lemak Jadi Bahan Bakar Pesawat, Gandeng PAL Jaya!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) mulai menjajaki peluang mengubah limbah lemak menjadi sumber...