Home ENERGI 4 Penyebab Terjadinya Krisis Energi Global, Indonesia Harus Waspada
ENERGI

4 Penyebab Terjadinya Krisis Energi Global, Indonesia Harus Waspada

Share
Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan Lagi, Energy Watch: Itu Hal yang Wajar
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Dunia saat ini tengah menghadapi krisis energi. Di mulai dari peningkatan kebutuhan energi dunia untuk menghadapi musim dingin, sementara pada saat bersamaan juga terjadi hambatan pasokan energi di sejumlah negara di tengah adanya pembatasan pasokan minyak, yang pada akhirnya meningkatkan harga komoditas energi lainnya seperti gas dan batu bara.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menyimpulkan sedikitnya ada empat alasan terjadinya krisis energi global.

“Ada empat hal terkait krisis energi global, mulai dari adanya pemulihan ekonomi pasca pandemi, kenaikan harga komoditas energi, stok energi yang terbatas, hingga mengarah pada isu transisi energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan,” demikian disampaikan Mamit dalam paparannya di acara diskusi virtual, “Krisis Energi Global dan Peran Insinyur Muda Indonesia dalam Menyikapinya”, Selasa (16/11/2021).

Menurut Mamit, meski Indonesia saat ini diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas batu bara, namun Indonesia tetap harus waspada agar tidak ikut terseret kepada krisis energi global. Sebab, Indonesia saat ini disebut bukan lagi negara yang kaya energi.

“Jadi poinnya adalah, Indonesia adalah negara yang bukan kaya akan energi dimana saat ini cadangan untuk minyak sebesar 2.4 miliar Bbl, cadangan gas 44.2 TCF, batu bara 348 miliar ton,” jelasnya.

Kemudian terkait dengan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) Indonesia yang bisa diolah sebagai alternatif, Mamit menyebut pemerintah harus bijaksana dan tetap berhati-hati. Sebab, krisis energi yang terjadi di Eropa sendiri saat ini, disebutnya berkaitan dengan penggunaan EBT.

“Terkait dengan transisi energy, bahwa kita tetap harus berhati-hati dalam menjalankan ini. Krisis energi yang terjadi di Eropa salah satu penyebabnya adalah penggunaan EBT dimana bersifat intermitten dan membutuhkan back-up energy yang berasal dari fossil,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Elnusa Tancap Gas di Awal 2026, Angkut BBM Tembus 7 Juta KL

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk mencatat performa operasional positif sepanjang kuartal I...

Bahlil Rombak Struktur ESDM, 19 Pejabat Tinggi Langsung Dilantik

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merombak...

Prabowo Pasang Target Swasembada Energi 2029, Impor BBM Siap Dipangkas Lebih Cepat?

Jakarta, situsenergi.com Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius: swasembada energi nasional...