Home MIGAS Harga Minyak Lanjut Menguat, WTI Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun
MIGAS

Harga Minyak Lanjut Menguat, WTI Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak menguat, Senin, memperpanjang kenaikan pekan lalu, dengan WTI menyentuh level tertinggi tujuh tahun karena pasokan global tetap ketat di tengah permintaan yang solid di seluruh dunia ketika ekonomi pulih dari kejatuhan akibat pandemi virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, bertambah 26 sen, atau 0,3 persen, menjadi USD85,79 per barel pada pukul 07.48 WIB, mengikuti kenaikan 1,1 persen Jumat lalu, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Senin (25/10/2021). Kontrak tersebut mendekati level tertinggi tiga tahun di USD86,10 per barel, yang dicapai Kamis lalu.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 48 sen, atau 0,6 persen, menjadi USD84,24 per barel, setelah melesat 1,5 persen pada penutupan Jumat. WTI menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2014, yakni USD84,28 per barel, di awal sesi.

“Sentimen  bullish  terus mendukung harga minyak karena pasokan global tetap ketat saat permintaan pulih dari pandemi,” kata Toshitaka Tazawa, analis Fujitomi Securities Co Ltd.

Harga minyak juga didukung kekhawatiran tentang kekurangan pasokan batu bara dan gas di China, India serta Eropa, yang mendorong peralihan bahan bakar ke solar dan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

Mencerminkan sentimen pasar yang kuat,  money managers  menaikkan  long position  minyak berjangka WTI dan  option position  dalam pekan hingga 19 Oktober, tutur Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas ( CFTC ) Amerika, Jumat.

Akhir pekan lalu, putra mahkota Arab Saudi mengatakan ekspor minyak terbesar dunia itu menargetkan bisa mencapai emisi ‘net zero’ gas rumah kaca, sebagian besar dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, pada 2060 – 10 tahun lebih lambat dari Amerika Serikat.

Sementara itu perusahaan energi AS pekan lalu memangkas rig minyak dan gas untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu, bahkan ketika harga minyak melesat, ungkap perusahaan jasa energi Baker Hughes Co dalam laporannya, Jumat. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Festival DEB Pertamina 2026: 269 Desa Disulap Jadi Mesin Ekonomi Hijau

Jakarta, situsenergi.com Pertamina terus menggeber Program Desa Energi Berdikari (DEB) untuk menjadikan...

PDSI Sebaiknya Tidak Digabung Dengan Elnusa Tbk Jadikan PDS Perusahaan Drilling Nasional

Oleh :Sofyano ZakariaPengamat Kebijakan EnergiDir Puskepi Rencana streamlining anak dan cucu perusahaan...

PHE Bidik Peran Besar Indonesia di Jaringan CCS Regional, Asri Basin Jadi Kunci

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendorong Indonesia mengambil peran lebih...

Utang Subsidi LPG dan Kompensasi BBM Pemerintah Dibayar ke Pertamina, Pengamat: Layak Diapresiasi

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah membayarkan sebagian besar kewajiban subsidi...