Home MIGAS Dollar Dianggap Safe-Haven, Harga Minyak Drop Lebih Dari USD1 Per Barel
MIGAS

Dollar Dianggap Safe-Haven, Harga Minyak Drop Lebih Dari USD1 Per Barel

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak jatuh lebih dari USD1 per barel, Senin, didorong melesatnya dolar AS. Dolar AS dipandang oleh investor sebagai  safe-haven, melesat karena kekhawatiran tentang solvabilitas pengembang properti China, Evergrande, menakuti pasar ekuitas. Selain itu, investor bersiap menyambut Federal Reserve (The Fed) untuk mengambil langkah lain menuju  tapering  minggu ini.

“Pasar saham Far East dan dollar yang kuat mempengaruhi minyak. Meski demikian, kecuali jika semua kekacauan terjadi, sentimen positif bakal berjaya,” kata Tamas Varga, analis PVM, dikutip dari Reuters, Senin (20/9/2021). 
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, merosot USD1,27 atau 1,7 persen, menjadi USD74,07 per barel pada pukul 16.41 WIB, setelah jatuh serendahnya USD73,75 di awal sesi.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,33, atau 1,9 persen, menjadi USD70,64 per barel.

Dollar yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam  greenback  lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, dan umumnya mencerminkan  risk aversion  yang lebih tinggi, yang cenderung membebani harga minyak.

Brent melonjak 43 persen tahun ini, didukung pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutu dan pemulihan permintaan setelah kejatuhan akibat pandemi tahun lalu.

Minyak mendapatkan dukungan tambahan dari penutupan pasokan di Teluk Meksiko Amerika akibat hantaman badai baru-baru ini, tetapi pada sesi Jumat perusahaan migas melaporkan hanya 23 persen produksi minyak mentah masih  offline,  atau 422.078 barel per hari.

Produksi Amerika di Teluk Meksiko, yang ditutup akibat badai, secara bertahap kembali ke pasar,” kata Carsten Fritsch, analis Commerzbank.

Kenaikan jumlah rig Amerika, indikator awal output di masa mendatang, menuju level tertinggi sejak April 2020 juga membatasi harga. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...

Astrindo Gandeng IKD, Distribusi Gas ke Mini LNG Plant Jadi Senjata Baru Ekspansi LNG

Jakarta, Situsenergi.com Langkah agresif di sektor LNG kembali ditunjukkan PT Astrindo Nusantara...

Gas Alam untuk Industri Dalam Negeri Makin Kritis, Puskepi Minta Prabowo Negosiasi Ulang Ekspor

Jakarta, situsenergi.com Kebutuhan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri kini memasuki...