Home MIGAS Konsisten Dukung UMK Berorientasi Ekspor, Pertamina Raih Penghargaan
MIGAS

Konsisten Dukung UMK Berorientasi Ekspor, Pertamina Raih Penghargaan

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Pertamina (Persero) berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang Gatra Innovations Awards tahun 2021. Penghargaan ini diberikan atas capaian Pertamina melalui Program Kemitraan dalam usaha mikro dan kecil (UMK) binaannya menjadi usaha yang berorientasi pada ekspor.

Acara webinar penghargaan ini diselenggarakan oleh Gatra Media Group dengan tema “Inovasi Nyata Membangkitkan Asa Masyarakat”. Pertamina penghargaan penghargaan pada kategori “Inovasi Pembinaan UMKM Menciptakan Produk Berorientasi Ekspor dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN”.

Inovasi yang telah dijalankan Program Kemitraan telah mendapatkan hasil atau hasil pada tahun 2020 berupa mitra binaan bisa mendapatkan sertfikat atau izin usaha seperti BPOM, Halal, dan lainnya sejumlah 621 MB. Kemudian UMK naik kelas sejumlah 795 MB, 254 UMK mengalami peningkatan omzet, dan 61 MB menjadi UMK Go Global melalui program UMK Academy.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, beberapa program unggulan UMK naik kelas yang dimiliki Program Partnership menjadikan Pertamina layak mendapatkan penghargaan ini. “Pertamina SMEXPO 2020 dan UMK Academy, merupakan kegiatan pembinaan UMK yang berorientasi pada ekspor,” tuturnya.

Secara lebih rinci, Fajriyah menjelaskan, pada kegiatan Pertamina SMEXPO 2020 lalu, terdapat sesi Forum Bisnis di mana hal itu cukup mendominasi transaksi pada kegiatan tersebut. Pertamina bekerja sama dengan Indonesia Diaspora SME-SMI Export Empowerment & Development (ID-SEED), yakni organisasi Diaspora Indonesia di berbagai negara untuk mendampingi UMK agar dapat memasarkan produknya di pasar Global.

Selanjutnya, untuk kegiatan UMK Academy juga terdapat pembagian kelas khusus bagi UMK binaan yang sudah atau siap untuk mengekspor produknya, yakni dalam kelas Go Global. Dalam program tersebut, para mitra binaan diberi pembekalan terkait alur ekspor produk dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Perwakilan Pertamina yang menerima penghargaan tersebut sekaligus menjadi salah satu pemateri webinar yakni VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita. Bersama dua pemateri lain yakni Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko dan Rektor UGM Panut Mulyono. Arya menyampaikan materi tantang beberapa program unggulan UMK naik kelas.

Selain itu, Arya juga menyampaikan skema pembinaan yang diberikan Pertamina pada mitra binaannya. Pengawasan dari pendampingan dan pembinaan, kemudian dikurasi oleh Pertamina bersama Kadin untuk bisa masuk ke dalam katalog dan pemeringkatan Pertamina SME 1000, mengikuti UMK Academy.

Melalui penghargaan ini, lanjut Arya, Pertamina akan termotivasi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi pembinaan UMK karena Pertamina senantiasa mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat. (ERT / RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...

Migas Nonkonvensional Dibidik! Pertamina Drilling Andalkan Rig 1.500 HP

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Drilling memperkuat kesiapan untuk menggarap potensi migas nonkonvensional (MNK)...