Home ENERGI OPEC Pesimistis Terhadap Permintaan Awal Tahun, Harga Minyak Melemah
ENERGI

OPEC Pesimistis Terhadap Permintaan Awal Tahun, Harga Minyak Melemah

Share
76, owned by Phillips 66, signage is displayed on a storage tank at the Port of Richmond in Richmond, California, U.S., on Thursday, April 23, 2020. Crude oil rose at the end of a dramatic week that saw prices in New York plunge below zero for the first time in history. Photographer: David Paul Morris/Bloomberg
Share

Singapura, Situsenergy.com

Organisasi negara-negara produsen minyak dunia (OPEC) mengingatkan negara-negara anggota terkait potensi penurunan permintaan di awal tahun. Hal ini kemudian menyebabkan harga minyak dunia mengalami tekanan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Maret, patokan internasional, berada di USD51,76 per barel, turun 4 sen atau 0,08 persen, pada pukul 07.38 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (4/1/2021).

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Februari, patokan Amerika Serikat, berkurang 9 sen, atau 0,2 persen menjadi USD48,43 per barel.

Mohammad Barkindo, Sekjen Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), Minggu, mengatakan kendati permintaan minyak mentah diperkirakan naik 5,9 juta barel per hari (bph) menjadi 95,9 juta bph pada tahun ini, kelompok tersebut melihat banyak risiko penurunan permintaan pada semester pertama 2021.

“Kita baru mulai bangkit dari pemotongan investasi yang dalam selama satu tahun, kehilangan lapangan kerja yang sangat besar dan kehancuran permintaan minyak mentah terburuk dalam rekor,” kata dia.

Harga mengakhiri 2020 sekitar 20 persen di bawah rata-rata 2019, masih belum pulih dari dampak tindakan penguncian ekonomi global yang diberlakukan untuk memerangi Covid-19 yang memangkas permintaan bahan bakar, meski produsen utama dunia menyetujui rekor pemotongan produksi sepanjang tahun.

OPEC dan produsen sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, memutuskan pada pertemuan bulan lalu untuk meningkatkan produksi sebesar 500.000 bph di Januari, mengantisipasi peningkatan permintaan, dan sepakat untuk bertemu setiap bulan guna meninjau produksi.

Analis dari Energy Aspects dan RBC Capital mengatakan OPEC Plus kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi Januari pada Februari.

“Kami pikir kelompok produsen itu akan memilih untuk tidak meningkatkan produksi lebih lanjut untuk Februari dengan kasus Covid-19 terus melesat dan peluncuran vaksin yang lebih lambat dari perkiraan,” kata Helima Croft, analis RBC Capital.

Di Amerika Serikat, produksi minyak mentah tetap di bawah tekanan dari harga yang lemah dan permintaan yang melambat, merosot lebih dari 2 juta bph pada Oktober dari awal tahun ini, menurut laporan pemerintah pada 1 Januari. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...