Home ENERGI Cadangan AS Meningkat, Reli Harga Minyak Terhenti
ENERGI

Cadangan AS Meningkat, Reli Harga Minyak Terhenti

Share
Share

Tokyo, SitusEnergy.com

Reli harga minyak yang terjadi sepekan terakhir, terpaksa harus terhenti. Hal ini menyusul laporan industri yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika naik melebihi ekspektasi. Isu kenaikan stok AS itu juga meredam optimisme terkait berita vaksin Covid-19 yang terbukti efektif dalam uji coba.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, turun 14 sen atau 0,3 persen menjadi USD44,77 per barel pada pukul 07.35 WIB, setelah melesat lebih dari 4 persen pada sesi Selasa, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Rabu (25/11/2020).

Sementara, minyak mentah Brent belum diperdagangkan, setelah ditutup melonjak hampir 4 persen di sesi sebelumnya.

Kontrak WTI dan Brent ditutup pada level tertinggi sejak awal Maret, Selasa, setelah reli tiga hari mendorong harga meroket sekitar 8 persen.

Senin, AstraZeneca mengatakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama Universitas Oxford sekitar 70 persen efektif dalam uji coba dan bisa efektif hingga 90 persen, memberikan amunisi tambahan dalam perang untuk mengendalikan pandemi setelah hasil positif dari raksasa farmasi lainnya.

Vaksin yang layak kemungkinan tidak akan siap untuk digunakan massal dalam beberapa bulan ke depan, yang berarti penguncian dan pembatasan perjalanan akan diberlakukan hingga tahun depan.

Hal itu membuat kemungkinan kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus bakal melanjutkan pengurangan produksi hingga 2021 setelah pertemuan yang dimulai pada 30 November menyusul pembicaraan teknikal minggu ini.

Organisasi Negara Eksporir Minyak ( OPEC ) dan produsen lain seperti Rusia dalam kelompok OPEC Plus menahan pasokan untuk mendukung harga setelah penguncian pandemi awal tahun ini menyebabkan jatuhnya permintaan.

Mereka akan meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel per hari, sekitar 2 persen dari permintaan global sebelum pandemi, mulai Januari.

American Petroleum Institute, asosiasi industri, Selasa, mengatakan stok minyak mentah Amerika naik 3,8 juta barel dalam sepekan hingga 20 November menjadi sekitar 490 juta barel, bertentangan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat  Reuters  yang memperkirakan peningkatan 127.000 barel.

Data persediaan minyak mentah resmi pemerintah Amerika sendiri baru akan dirilis Rabu ini. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transformasi RSPP, Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina...

PGE Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta pada Semester I 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan...

Karhutla Mengintai, Pertamina EP Perkuat Warga Bunyu Hadapi Api

Pulau Bunyu, Situsenergi.com Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pertamina EP...

MENYOAL RENCANA PEMBENTUKAN BLU SEKTOR ENERGI (1)

Marwan Batubara, IRESS Bulan Agustus 2026 lalu beredar naskah Rancangan Peraturan Presiden...