Home ENERGI Pertamina Lubricants Dinilai Jadi Pelopor Pelumas Ber SNI Oleh Kemenperin
ENERGI

Pertamina Lubricants Dinilai Jadi Pelopor Pelumas Ber SNI Oleh Kemenperin

Share
Share

Jakarta, situsenergy.comĀ 

PT Pertamina Lubricants di Cilacap, Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena dinilai komitmen untuk menerapkan standar SNI atas produk-produknya. Bahkan entitas usaha dari PT Pertamina (Persero) ini dinilai menjadi pelopor dalam penerapan standardisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat SNI pada produk pelumas.

“Sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan pelumas dunia, Pertamina Lubricants berkomitmen memberikan kualitas terbaik untuk konsumennya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, pemberlakuan SNI secara wajib bertujuan untuk melindungi konsumen nasional serta menciptakan iklim usaha yang sehat. Untuk menjalankan amanat UU tersebut, Kemenperin telah memberlakukan SNI pelumas secara wajib.

ā€œPenerapan regulasi teknis yang berbasis standardisasi diharapkan dapat mencegah peredaran produk pelumas bermutu rendah di pasar domestic. Hal ini sangat penting bagi aspek kesehatan, keamanan, keselamatan, dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang dapat mendistorsi pasar pelumas dalam negeri,” terangnya.

Khayam berharap, Pertamina Lubricants dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah, baik dalam peningkatan kapasitas industri sektor pelumas maupun dalam pengembangan litbang dan teknologi pelumas di tanah air. Hal ini akan memberikan kontribusi nyata bagi sektor industri dan perekonomian nasional, ujarnya.

Saat ini, terdapat 44 perusahaan produsen pelumas yang total memiliki kapasitas terpasang sebesar 2,04 juta kilo liter per tahun dengan produksinya mencapai 908.360 kilo liter per tahun, yang terdiri dari pelumas otomotif 781.189,90 kilo liter per tahun dan pelumas industri 127.170,45 kilo liter per tahun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja langsung di industri pelumas pada tahun 2019 sebanyak 3.157 orang. Apabila ditambah dengan sektor lainnya, menjadikan total tenaga kerja di industri ini mencapai 4.898 orang.

“Untuk itu, kami terus menjaga aktivitas sektor-sektor industri strategis di masa pandemi saat ini, sehingga bisa berkontribusi besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” tegas Khayam. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

AKR Corporindo Bidik JIIPE Mesin Pertumbuhan Baru

Jakarta, Situsenergi.com PT AKR Corporindo Tbk akan menjadikan Java Integrated Industrial and...

Ribuan Mahasiswa “Disetrum” Isu Energi, PHE Bongkar Peluang Karier Migas di PGTC 2026

KENDARI, Situsenergi.com Ribuan mahasiswa di Kendari mendapat suntikan wawasan soal masa depan...

Potensi Biomassa Melimpah, Peluang Kemitraan Energi Hijau Terbuka Lebar

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pelaku usaha...

Sengketa LNG PGN-Gunvor Memanas, Pengamat Desak PGN Buktikan Force Majeure

Jakarta, situsenergi.com Sengketa pasokan liquefied natural gas (LNG) antara PT Perusahaan Gas...