Home ENERGI PTBA Raih Kontrak Penjualan Batubara Senilai Rp2 Triliun
ENERGI

PTBA Raih Kontrak Penjualan Batubara Senilai Rp2 Triliun

Share
(FILES) In this photograph taken on July 27, 2007, Indian workers use heavy machinery to shift a pile of coal at an open cast mine owned by The Sinagareni Collieries Company Limited (SCCL) at Godavarikhani, some 250 kilometers east of Hyderabad. Human Rights Watch has blasted the Indian government on June 14, 2012, for failing to regulate the country's "out of control" mining industry which it said fuelled corruption and damaged local communities. The report from New York-based group said it was "hard to overstate" the scale of lawlessness in the multi-billion-dollar mining sector, with grave consequences for human rights and the environment. AFP PHOTO/Noah SEELAM/FILES
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Bukit Asam Tbk atau (PTBA) berhasil mengantongi kontrak penjualan batubara ke Taiwan. Kontrak tersebut bernilai sekitar Rp2 triliun dengan volume ekspor mencapai 2 juta ton. Adapun perusahaan yang menjalin kontrak dengan PTBA adalah Formosa Plastics Group (FPG). FPG adalah perusahaan petrochemical yang berbasis di Taiwan dan merupakan salah satu perusahaan petrochemical terbesar di dunia.

Dirut PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan perolehan kontrak baru ini menjadi catatan penting bagi perseroan lantaran kondisi ekonomi global yang masih melambat. Penandatanganan kontrak tersebut terjadi disela-sela kunjungan tim PTBA ke Taiwan pada 21 November lalu. Hal ini sejalan dengan rencana PTBA untuk meningkatkan produksi batubara kalori tinggi pada tahun 2020 mendatang. Sekaligus sebagai salah satu strategi untuk membuka pasar-pasar baru di luar pasar eksisting saat ini.

“Tentunya ini (kontrak baru) juga demi mendukung kinerja Holding Industri Pertambangan (MIND ID)” kata Arifin dalam keterangannya, Senin (25/11).

PTBA juga terus berupaya meningkatkan penjualan melalui pasar tradisional lainnya seperti ke pasar Thailand, Laos, dan Vietnam. Ketika melakukan kunjungan ke FPG, Tim PTBA juga melakukan pertemuan dengan Taiwan Power Company (TPC) dan berkesempatan bertemu langsung dengan Deputy Ministry of Economic Affairs of ROC Taiwan, Wen-Sheng Tseng.

Dalam pertemuan tersebut di antaranya membahas mengenai dukungan supply batubara ke Taiwan, potensi partnership pengembangan proyek hilirisasi batubara, dan pengembangan renewable energy.

“Ini merupakan komitmen dan keseriusan PTBA untuk mengembangkan proyek hirilisasi batubara dan renewable energy. Selain tentunya berupaya meningkatkan kerjasama penjualan batu bara demi kinerja perusahaan yang semakin baik ke depannya,” ulas dia.

Sebagai informasi September 2019, PTBA berhasil membukukan laba sebesar Rp 3,1 Triliun. Hal ini didukung oleh peningkatan volume produksi 10% atau sebesar 21,6 juta ton dan penjualan 11% atau sebesar 20,6 juta ton, serta berhasil membukukan kenaikan pendapatan 1,4% sebesar Rp 16,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...