Home ENERGI Listrik Padam Agustus Lalu Picu Anjloknya Penumpang Kereta Api
ENERGI

Listrik Padam Agustus Lalu Picu Anjloknya Penumpang Kereta Api

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Padamnya listrik di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Agustus lalu ternyata berdampak pada anjloknya okupansi atau penumpang moda transportasi khususnya kereta commuter. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode tersebut jumlah penumpang kereta api secara umum turun 9,85 persen dari 39,04 juta orang pada Juli 2019 menjadi hanya 35,19 juta orang (month to month / mtom).

Kepala BPS, Suhariyanto, menyatakan padamnya listrik pada awal Agustus itu sangat berpengaruh pada layanan kereta commuter line (KRL) di wilayah Jabodetabek. Khusus di Jabodetabek terjadi penurunan jumlah penumpang 6,94 persen dari 29,71 juta penumpang menjadi 27,54 juta penumpang mtom. Sedangkan di luar Jabodetabek turun 19,77 persen dari 8,58 juta penumpang menjadi 6,89 juta penumpang.

Di wilayah Sumatra turun 11,61 persen dari 732 ribu menjadi 647 ribu penumpang mtom. Untuk di wilayah non Jabodetabek dan Sumatera ini penurunan okupansi bukan karena listrik padam, namun lantaran peak season sudah berakhir sehingga tidak banyak orang berlibur.

“Di Jabodetabek pada awal Agustus terjadi listrik padam, jadi ada pembatalan perjalanan dari commuter line sebanyak 240 perjalanan. Itu sangat berdampak pada penurunan penumpang karena dalam 5 jam tidak ada listrik,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10).

Sementara itu untuk moda transportasi lain seperti pesawat terbang juga kinerjanya negatif. Hal itu terlihat dari jumlah okupansi pesawat terbang rute domestik yang juga turun 5,90 persen dari 7,14 juta penumpang menjadi 6,72 juta penumpang mtom. Namun untuk rute internasional justru naik 4,36 perseb dari 1,61 juta menjadi 1,68 juta penumpang mtom.

“Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi itu juga membuat gangguan penerbangan untuk rute di Kalimantan dan Sumatera. Saat itu juga harga tiket turun tapi tetap saja lebih mahal jika dibandingkan harga tiket di bulan sebelumnya,” pungkas Suhariyanto. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transformasi RSPP, Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina...

PGE Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta pada Semester I 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan...

Karhutla Mengintai, Pertamina EP Perkuat Warga Bunyu Hadapi Api

Pulau Bunyu, Situsenergi.com Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pertamina EP...

MENYOAL RENCANA PEMBENTUKAN BLU SEKTOR ENERGI (1)

Marwan Batubara, IRESS Bulan Agustus 2026 lalu beredar naskah Rancangan Peraturan Presiden...