Home ENERGI Pertamina dan Masyarakat Bersihkan Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan
ENERGI

Pertamina dan Masyarakat Bersihkan Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Gabungan Pertamina bersama masyarakat, aparat negara, LSM dan lembaga terkait lainnya bergerak cepat menerapkan Emergency Response Procedure dalam penanganan pemulihan kondisi lingkungan akibat tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan.

Aksi bersama ini menjadi prioritas dan telah menunjukkan kondisi pantai dan perairan yang lebih bersih dan lebih baik dibanding dua hari sebelumnya.

Yudi Nugraha, Region Manager Communication and CSR Kalimantan, melalui keterangan tertulis yang dikutip media pada Jumat (6/4) menuturkan bahwa masyarakat ikut bersma-sama Pertamina membersihkan tumpahan minyak di teluk Balikpapan.

“Seperti kita lihat bersama bahwa saat ini setelah hari kelima, laut Balikpapan sudah bersih. Selanjutnya, bersama masyarakat, lembaga dan pihak terkait dengan supervisi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pertamina melakukan tahap pemulihan lingkungan,” kata Yudi Nugraha.

Pertamina tetap mendukung proses investigasi yang sedang berjalan. Sementara ini, penyebab putusnya pipa transfer minyak mentah dari Tanjung Penajam masih menunggu hasil penyelidikan pihak Kepolisian.

“Sebagaimana diberitakan di media putusnya pipa tersebut diduga karena faktor external force (kekuatan luar) yang menarik pipa tersebut hingga putus,” kata dia.

Selain aksi pemulihan lingkungan tersebut, Pertamina juga tetap menjalankan kegiatan operasinya untuk mengamankan pasokan BBM di wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur.

Setelah penambahan armada pembersihan perairan yang dilakukan Pertamina pada Rabu 4 April 2018, kondisi lingkungan terlihat jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.

Pertamina menurunkan empat tim untuk bekerja secara simultan untuk membersihkan perairan dari ceceran minyak dengan pembagian zona. Zona pertama mencakup area Pangkalan LLP, Jetty dan Kampung Baru. Zona dua mencakup area Rede dan Kolam Labuh. Zona tiga mencakup Pantai Monpera dan Zona empat mencakup Outer Pantai.

“Untuk menyisir ke empat zona tersebut, digunakan 15 buah kapal yang dilengkapi dengan perlengan yang sesuai,” kata dia.

Pemulihan sisa ceceran minyak di jetty 1 dilakukan menggunakan vacuum truck dan dilengkapi dengan oil boom dan Oil Spill Dispersan.

Pemulihan sisa minyak di Kampung Atas Air dan Kapung Baru dilakukan dengan pengisaan penggunakan vacuum truck dibantu dengan penggunaan oil absorbant.(mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...