Home ENERGI Listrik Tanjung Balai Karimun Bertambah 17.000 kW
ENERGI

Listrik Tanjung Balai Karimun Bertambah 17.000 kW

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT PLN (Persero) baru saja mengoperasikan 17 mesin diesel baru dengan kapasitas total 17.000 kilo Watt (kW) untuk PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Bukit Carok, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pengoperasian pertama dilakukan Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto bersama Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Jumat (2/3) lalu.

Menurut dia, penambahan ketujuh belas mesin yang masing-masing memiliki kapasitas 1.000 kW (setara 1 Mega Watt) ini akan menambah kapasitas daya mampu Pulau Karimun menjadi 42.000 kW. “Dengan beban puncak 25.500 KW, maka ada cadangan daya sebesar 16.500 KW. Hal  ini tentunya akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Tanjung Balai Karimun,” katanya sebagaimana keterangan pers yang diterima dari Humas PLN, Sabtu.

Ia berharap, hadirnya mesin baru di PLTD Bukit Carok dapat mengakselerasi program-program pemerintah. Misalnya, mendorong pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau yang saat ini dicanangkan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Infrastruktur penunjang tersebut diantaranya  cold storage dan oven. Dengan demikian, para nelayan setempat dapat mengelola hasil tangkapan dengan lebih efisien.

Tak hanya itu, kawasan industri pun bisa merasakan manfaatnya. Jaminan pasokan listrik akan mengembangkan usaha industri galangan kapal, granit, perhotelan dan industri lainnya yang sudah banyak beroprerasi di Karimun.

“Sejalan dengan moto PLN, yakni “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih baik”, kami harap kualitas pendidikan dan kesehatan pun tak luput mengalami peningkatan,” ujar Wiluyo.

Ditambahkan, kelistrikan di Pulau Tanjung Balai Karimun awalnya dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) dengan mengandalkan PLTD. Pada 1983, Pemda Karimun menyerahkan pengelolaan listrik tersebut kepada PLN.  “Pada 1989, mulai dibangun PLTD yang direncanakan berkapasitas 4 x 2,5 MW. Persiapan dan pembangunannya memakan waktu hampir dua tahun. Kemudian pada 15 Mei 1991, dioperasikanlah PLTD Bukit Carok untuk pertama kalinya,” paparnya.

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan industri, serta semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan listrik, lanjut dia, maka PLN secara bertahap mengupayakan penambahan mesin pembangkit dan merencanakan pembangunan pembangkit baru.

Penambahan mesin diesel ini sendiri merupakan salah satu program pembangunan PLTD Tersebar di Kepulauan Riau. “Terima kasih kepada PLN yang telah memperhatikan listrik di Kabupaten Karimun, karena ketersediaan pasokan listrik merupakan kebutuhan wajib yang harus diselesaikan,” ungkap Nurdin.

Editor: Syarief Lussy

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...