Home ENERGI Luhut Pastikan Target 35.000 MW Tak Direvisi
ENERGI

Luhut Pastikan Target 35.000 MW Tak Direvisi

Share
Luhut Pastikan Target 35.000 MW Tak Direvisi
Luhut Pastikan Target 35.000 MW Tak Direvisi
Share

Jakarta, situsenergy.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, meskipun target listrik 35.000 MW nanti tidak tercapai sepenuhnya pada 2019, paling tidak Indonesia akan mendapat pasokan 22 ribu MW hingga 23 ribu MW.

Untuk itu ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan merevisi target program pembangkit listrik 35.000 MW tersebut.

“Jadi tidak ada revisi atas target tersebut. Kita berharap perjanjian pembelian listrik (PPA) bisa dilakukan sebelum target waktu yang ditentukan yakni pada 2019,” katanya di Jakarta, Senin.

“Intinya nggak ada (revisi), jalan saja. Tapi nanti kan semua PPA (perjanjian pembelian listrik) keluar. Jadi semua selesai 23.000 MW kira-kira. Kalau sudah PPA kan sudah under construction (pembangunan). Jadi bisa selesai mungkin 2020,” paparnya.

Menurut Luhut, hal itu justru bagus karena target 35.000 MW dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 7 persen. “Pemerintah juga mengklaim program tersebut harus disiapkan sejak dini untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang tinggi di masa depan,” pungkasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Antam Pastikan Isu Ledakan Tambang di Pongkor Hoaxs

Jakarta, Situsenergi.com PT Aneka Tambang Tbk menepis kabar yang beredar di media...

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...