Home ENERGI Usulan Kenaikan Subsidi BBM dan Listrik Masih Aman
ENERGI

Usulan Kenaikan Subsidi BBM dan Listrik Masih Aman

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Peningkatan besaran subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN 2018 dinilai masih cukup aman. Namun, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar kenaikan subsidi ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Demikian penuturan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal, di Jakarta, Jumat (9/3).

Faisal mengatakan aman karena saat pemerintah dan DPR menetapkan subsidi tersebut, ada kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini membuat pendapatan negara dari pajak dan non-pajak migas meningkat, sehingga bisa digunakan untuk menambal subsidi tersebut.

Saat bersamaan, tutur Faisal, beban subsidi selama ini sebenarnya sudah tidak terlalu besar dibandingkan 2014-2015. Sehingga kenaikan subsidi listrik dari Rp45,5 triliun (2017) menjadi Rp52,2 triliun dan BBM dari Rp44,5 triliun menjadi Rp51,1 triliun, dinilai tidak terlalu besar dibandingkan total penerima subsidi yang cukup banyak.

“Dengan kenaikan harga minyak, ada tambahan penerimaan yang bisa dipakai untuk menambal subsidi, sepanjang harga minyak tidak terlalu tinggi, tidak sampai seperti dulu yang menyentuh USD100 per barel (sebab Indonesia juga nett importir minyak). Sekarang hanya USD60-70 per barel, saya pikir itu masih cukup aman untuk menambal subsidi,” kata Faisal.

Meski begitu, Faisal mempertanyakan urgensi peningkatan subsidi yang baru dilakukan pada tahun politik ini. Dia mempertanyakan apakah kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan popularitas pejabat incumbent yang pada 2019 akan maju dalam pemilihan legislatif dan pilpres. Dia berharap kebijakan ini tidak dimanfaatkan pihak tertentu sebagai kendaraan politik.

“Kalau 2015 kemarin subsidi dipangkas habis, kenapa baru sekarang (ada penambahan subsidi), apakah ini untuk 2019? Padahal subsidi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang sempat melemah kemarin. Itu yang menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Sebagai informasi, besaran subsidi listrik pada 2014 sebesar Rp101,8 triliun, kemudian dipangkas di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sementara jumlah subsidi BBM pada 2014 mencapai Rp240 triliun, yang kemudian juga terus dipangkas demi efisiensi dan dialihkan ke sektor produktif.(AY)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Elnusa Tancap Gas di Awal 2026, Angkut BBM Tembus 7 Juta KL

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk mencatat performa operasional positif sepanjang kuartal I...

Bahlil Rombak Struktur ESDM, 19 Pejabat Tinggi Langsung Dilantik

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merombak...

Prabowo Pasang Target Swasembada Energi 2029, Impor BBM Siap Dipangkas Lebih Cepat?

Jakarta, situsenergi.com Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius: swasembada energi nasional...