Logo SitusEnergi
Untuk Kedua Kalinya, Mubadala Energy Temukan Lapangan Migas Jumbo di Indonesia Untuk Kedua Kalinya, Mubadala Energy Temukan Lapangan Migas Jumbo di Indonesia
Jakarta, situsenergi.com SKK Migas dan perusahaan energi internasional, Mubadala Energy, serta operator KKS Gross Split South Andaman mengumumkan penemuan gas besar lainnya dari sumur... Untuk Kedua Kalinya, Mubadala Energy Temukan Lapangan Migas Jumbo di Indonesia

Jakarta, situsenergi.com

SKK Migas dan perusahaan energi internasional, Mubadala Energy, serta operator KKS Gross Split South Andaman mengumumkan penemuan gas besar lainnya dari sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1 yang dibor di Blok South Andaman. Penemuan gas besar tersebut berlokasi sekitar 65-kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatera, Indonesia.

Penemuan ini menandai sumur laut dalam kedua yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berkantor pusat di Abu Dhabi itu.

Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter, hanya beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1, yang masih berada di Blok South Andaman.

Ditemukan sekitar 80-meter kolom gas pada reservoar Oligocene sandstone berkualitas pada sumur Tangkulo-1 yang telah dikonfirmasi melalui pengumpulan data-data selama pengeboran, termasuk mendapatkan 72-meter full core, wireline logging, sidewall core, pressure dan sampel fluida.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dengan memanfaatkan desain terbaru Drill Stem Test (DST), sumur Tangkulo-1 sukses mengalirkan 47 mmscf/d gas berkualitas dan 1,300 barel kondensat. Walaupun hasil pengujian terbatas karena fasilitas yang tersedia, namun kapasitas sumur diperkirakan mencapai 80-100 mmscf/d dan lebih dari 2,000 barel kondensat.

“Atas nama SKK Migas, saya memberikan apresiasi atas keberhasilan Mubadala Energy yang kembali menemukan potensi gas di South Andaman, setelah sebelumnya di tahun lalu menemukan gas melalui sumur Layaran-1 dengan potensi sebesar 6 TCF gas in place,” kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/5/2024).

“Dengan demikian potensi di South Andaman saat ini mencapai sekitar 8 TCF gas in place. Hal Ini dinilai memberikan dorongan positif bagi SKK Migas dan Industri Hulu Migas dalam mendukung ketahanan energi nasional,” sambungnya.

Lebih jauh Dwi mengatakan, bahwa penemuan ini menegaskan potensi di Andaman yang besar dan mengharapkan agar KKKS lain yang saat ini menjadi operator di blok lain di Andaman untuk melakukan eksplorasi yang agresif seperti yang dilakukan oleh Mubadala Energy.

“Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan juga mengharapkan kesiapan industri midstream maupun downstream untuk agar dapat sepenuhnya memanfaatkan produksi gas di blok-blok di Andaman di masa yang akan datang,” tukasnya.

Sementara CEO Mubadala Energy, Mansoor Mohammed Al Hamed menyampaikan, bahwa penemuan game-changing ini menjanjikan transformasi lansekap energi Indonesia dan Asia Tenggara serta memperlihatkan bahwa Blok South Andaman menjadi salah satu energy plays yang menjanjikan di dunia.

“Dengan bekerja bersama mitra dan mengerahkan kemampuan teknis yang mendunia, saya meyakini bahwa kami dapat mewujudkan potensi penuh dari blok ini, sejalan dengan komitmen kami guna mendukung tata waktu pengembangan dari pemerintah. Informasi ini menguatkan kemampuan kami untuk berperan aktif di transisi energi melalui strategi berbasis gas,” tukasnya.

“Bersama dengan sumur Layaran-1, penemuan ini menambah volume cadangan contingent dan memberikan media bagi Mubadala Energy untuk melanjutkan pertumbuhan organik (organic growth) di wilayah tersebut melalui aktivitas eksplorasi dan appraisal selanjutnya,” tutup Mansoor.(Ert/SL)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *