Transformasi PLN, Kunci Sukses Percepat Digitalisasi Pembangkit Transformasi PLN, Kunci Sukses Percepat Digitalisasi Pembangkit
Jakarta, Situsenergi.com Kondisi pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Berbagai dampak penurunan ekonomi secara nasional pun menjadi tantangan bagi berbagai perusahaan,... Transformasi PLN, Kunci Sukses Percepat Digitalisasi Pembangkit

Jakarta, Situsenergi.com

Kondisi pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Berbagai dampak penurunan ekonomi secara nasional pun menjadi tantangan bagi berbagai perusahaan, termasuk PLN.

Era pandemi berdampak signifikan pada perubahan cara berbisnis serta kebiasaan dan kebutuhan masyarakat hidup. Di sisi lain, PLN telah menetapkan visi sebagai perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara dan menjadi satu-satunya pilihan pelanggan untuk solusi energi.

Oleh karena itu, PLN melakukan perubahan besar dalam tata kelola dan cara kerja perusahaan melalui Program Transformasi untuk mencapai visi sekaligus beradaptasi dengan tantangan perubahan jaman.

Menurut Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, tansformasi PLN memiliki empat Aspirasi yang menjadi arah perubahan PLN, yaitu Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Melalui Aspirasi Green, PLN terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik.

“Dengan Aspirasi Lean, PLN memastikan listrik yang handal dan efisien. Sedangkan, dengan Inovatif, PLN akan memperluas sumber pendapatan baru. Terakhir, Fokus Pelanggan akan menjadikan PLN sebagai pilihan nomor satu pelanggan dalam solusi energi dan mencapai 100 persen elektrifikasi,” kata Zulkifli dalam pesan tertulisnya yang diterima Situsenergi.com di Jakarta, Sabtu (06/6/2021).

Ia mengatakan, sejak April 2020 PLN telah melaunching program ini, dan kondisi pandemi justru menjadi momentum percepatan proses pelaksanaan Transformasi PLN. Pada awal peluncuran Transformasi PLN, telah ditetapkan 20 Program Terrobosan yang pada tahun 2021 ini jumlahnya menjadi 24 Program.

“Melalui Transformasi, PLN ingin mencapai perbaikan yang berkelanjutan, baik secara operasional maupun finansial di tahun 2024. Mimpi besar ini dikawal dengan mengembangkan daya upaya dan potensi yang dimiliki oleh PLN, dengan penerapan Program Terobosan. Ini adalah pembenahan dan pembaruan, dalam penataan dan pengembangan PLN,”papar Zulkifli.

Disebutkan, dengan penerapan Transformasi, laba bersih PLN telah meningkat 39,3% dari Rp 4,27 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 5,95 triliun pada tahun 2020. “Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) yang mengaudit Laporan Keuangan PLN tahun 2020 mengatakan bahwa Transformasi PLN memperkuat daya tahan perusahaan di situasi pandemi, meningkatkan peningkatan laba bersih dengan efisiensi cara kerja,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, salah satu Program Terrobosan yang telah dihargai dan dipercepat Transformasi PLN di era pandemi ini adalah Pembangkit Listrik Digital, dengan menerapkan teknologi digital pada pembangkit-pembangkit PLN. “Pada Kamis lalu, PLN mengumumkan bahwa Pembangkit Listrik Digital telah naik status Business as Usual (BAU) di antara 24 Program Terrobosan. Ini artinya transisi ke tata kelola digital telah sukses menjadi cara baru PLN sekarang dan ke depan,” tukasnya.

“Percepatan digitalisasi pembangkitan telah dimulai PLN tahun lalu, sebagai upaya meningkatkan, efisiensi, dan daya pembangkitan PLN Group,” tambah Zulkifli.

Langkah Digitalisasi
Menurutnya, total kapasitas pembangkit yang tata kelolanya menuju digital adalah sekitar 30 Giga Watt (GW) atau 75% dari total kapasitas pembangkit PLN. Langkah digitalisasi ini menjadi salah satu alasan PLN menjadi BUMN yang berhasil meningkatkan pertumbuhan laba bersih di tengah kondisi pandemi.

“Terrobosan Digital Power Plant ini termasuk yang kami percepat prosesnya, mengingat unit-unit pembangkit listrik adalah infrastruktur utama perusahaan dalam menyediakan layanan bagi para pelanggan,” pungkasnya.

Sementara Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan PLN, Wiluyo Kurdwiharto mengungkapkan, seluruh percepatan digitalisasi pembangkitan sudah terimplementasi dengan baik, dan sudah berjalan di 53 unit pembangkit PLN yang operasionalnya dijalankan anak perusahaan.

“29 unit oleh PT Indonesia Power (PT IP) dan 24 unit pembangkit oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara mulai dari Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, kata Wiluyo.

“Jumlah pembangkit terdigitalisasi terus bertambah. Digitalisasi di pembangkit lain tinggal melanjutkan sesuai timeline yang ditetapkan. Karena prosesnya melanjutkan dan melanjutkan, ini bisa dikatakan bahwa Pembangkit Listrik Digital sudah dapat dijalankan sebagai Bussiness as Usual (BAU),” tambahnya.

Menurut Wiluyo, digitalisasi pembangkit PLN dilakukan di seluruh lini mulai dari pemantauan, pengendalian, dan optimalisasi pembangkit. “Percepatan PLN dalam mendigitalkan tata kelola pembangkitnya di tengah pandemi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, dan daya saing pembangkitan PLN melalui penggunaan platform digital,” tulisnya.

Dari sisi sistem, lanjut dia, terimplementasinya Program Terobosan Digital Power Plant ini meningkatkan faktor kesiapan (EAF) sekaligus menurunkan tingkat pemadaman (EFOR). Selain itu, akan ada efisiensi generator dan konsumsi bahan bakarnya (NPHR). “Di samping mengefisienkan beban operasional perusahaan, meningkatkan kinerja akan berpengaruh pada peningkatan kualitas layanan kelistrikan kepada para pelanggan PLN.” Demikian Wiluyo Kurdwiharto.(ERT/RIF)

BACA JUGA   Indika Energy Sukses Cetak Laba USD75,5 Juta Tahun 2019 Lalu

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!