Logo SitusEnergy
Tiga Catatan EWI Di Peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 Tiga Catatan EWI Di Peringatan Hari Listrik Nasional ke-75
Jakarta, Situsenergy.com Tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional (HLN). Dilansir dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) esdm.go.id,  latar... Tiga Catatan EWI Di Peringatan Hari Listrik Nasional ke-75

Jakarta, Situsenergy.com

Tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional (HLN). Dilansir dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) esdm.go.id,  latar belakang peringatan HLN sendiri bermula dari momentum nasionalisasi perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang semula dikuasai penjajah Jepang.

Di peringatan HLN saat ini, Energy Watch Indonesia (EWI) setidaknya memiliki tiga catatan penting terkait energi listrik di Indonesia. Ketiga catatan tersebut didominasi tentang masih perlunya sejumlah pembenahan terkait manajemen kelistrikan di Indonesia.

Direktur Eksekutif EWI, Ferdinand Hutahean mengatakan, hal pertama yang patut menjadi perhatian oleh pemangku kepentingan kelistrikan di Indonesia yakni terkait efektifitas proyek pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi kembali terkait proyeksi kebutuhan tenaga listrik di Indonesia.

“Proyek 35 ribu MW yang dicanangkan oleh pak Jokowi ada baiknya dievaluasi sesuai data kebutuhan kelistrikan nasional, dengan pertumbuhan kebutuhan kelistrikan dan akan bergesernya pola konsumsi energi kedepan ke eneegi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Hal ini perlu dilakukan agar jangan sampai pembangkit listrik yang kita bangun justru jadi berlebih dayanya, sehimgga menjadi beban bagi Pemerintah dan PLN,” ujar Ferdinand kepada SitusEnergy.com, saat dihubungi pada Selasa (27/10/2020).

BACA JUGA   Anak Usaha Pertamina Lakukan Ekspor LBO Perdana

Catatan kedua, kata Ferdinand, yakni proyek pembangkit 35 ribu MW yang masih didominasi oleh penggunaan energi fosil. Hal ini juga menurutnya masih perlu dievaluasi.

“Pemerintah dan PLN juga harus melakukan evaluasi terhadap sumber energi listrik ini. PLN dan pemerintah harus mulai serius menggarap energi baru karena ini sebuah keniscayaan yang akan terjadi. Jangan sampai kita terlambat dan tertinggal,” tuturnya.

Kemudian catatan yang ketiga, lanjut Ferdinand, yakni terkait rasio elektrifikasi di Indonesia. Menurutnya, apa yang dijalankan Pemerintah dan PLN selama ini untuk menerangi Indonesia hingga ke pelosok negeri memang perlu diapresiasi. Salah satunya yang terbaru, di Sumatera khususnya Provinsi Aceh yang rasio elektrifikasinya telah mencapai 100 persen. Tercatat dari 6.497 desa yang ada di Aceh, telah mencapai 100 persen teraliri listrik.

“Ini prestasi yang harus terus ditingkat hingga semua desa di Indonesia mencapai ratio elektrifikasi 100 persen,” sebutnya.

Namun demikian, Pemerintah dan PLN juga sebaiknya bisa melihat potensi yang ada di wilayah tersebut untuk dimanfaatkan sebagai energi listrik.

“Kami menyarankan agar pemerintah dan PLN melihat sumber energi yg bisa dimamfaatkan untuk setiap desa yaitu pembangkit mini hidro PLTMH atau PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)  daripada membangun pembangkit besar dengan biaya tinggi distrisi jaringan transmisi,” tegasnya.

BACA JUGA   Nyatakan Hengkang dari Blok Masela, Pengamat: Itu Hanya Retorika Shell

Ferdinand mengakui, hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Namun dengan komitmen yang kuat, hal tersebut bisa dilakukan. Sebab, semua daerah tentu memiliki basis energi yang bisa dimanfaatkan dan biayanya jelas akan lebih hemat karena tidak perlu membangun jaringan transmisi, tanpa biaya distribusi dan maintenance yang relatif lebih rendah.

“Langkah ini juga bisa dilakukan bekerja sama dengan pemda setempat dalam bentuk joint venture antara PLN dengan BUMD setempat. Efeknya besar secara ekonomi,” tuturnya.

Terakhir, Ferdinand menyampaikan selamat kepada seluruh pemangku kelistrikan di Indonesia. Ia berharap, seluruh wilayah bisa segera teraliri listrik atau rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat hari listrik nasional ke – 75 pada 27 Oktober 2020,” pungkasnya. (SNU/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *