Logo SitusEnergi
Tak Ada Lagi Krisis Listrik, YLKI Sebut Indonesia Justru Surplus Tak Ada Lagi Krisis Listrik, YLKI Sebut Indonesia Justru Surplus
Jakarta, Situsenergi.com Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan saat ini sudah tidak ada krisis listrik di Tanah Air. Jadi meskipun jlsejumlah pihak mengklaim masih... Tak Ada Lagi Krisis Listrik, YLKI Sebut Indonesia Justru Surplus

Jakarta, Situsenergi.com

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan saat ini sudah tidak ada krisis listrik di Tanah Air. Jadi meskipun jlsejumlah pihak mengklaim masih ada ketimpangan ekonomi berdasarkan gelap atau terangnya daerah tersebut di malam hari.

“Rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia pada 2022 mencapai 99,63 persen. Data angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,8 persen dari periode 2021 sebesar 99,45 persen. Dan ini membuktikan bahw hampir seluruh wilayah di Indonesia telah terhubung dengan pasokan listrik. Dan hanya 0,57 persen wilayah yang masih belum teraliri listrik,” kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/7/2023).

Menurut Tulus, hal itu sesuai dengan data kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan rasio elektrifikasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Rasio elektrifikasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2016, rasio elektrifikasi baru mencapai 91,16 persen dan hingga Mei 2023 telah mencapai 99,68 persen,” ujarnya.

Negara, kata Tulus, memastikan hadir bagi masyarakat daerah terisolir. Dengan hadirnya listrik pada daerah-daerah tersebut, maka akan tercipta multiplier effect melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pembayaran pajak dan peningkatan ekonomi sektor riil, sehingga dapat menjadi daya dorong pertumbuhan perekonomian daerah setempat.

BACA JUGA   Menteri BUMN Putuskan Perombakan Jajaran Komisaris PLN

“Citra malam hari yang terlihat melalui satelit yang gelap atau terang tidak dapat dijadikan alasan di luar Pulau Jawa masih banyak daerah yang belum teraliri listrik. Pemakaian kwh listrik per kapita orang Indonesia, tentu berbeda dibanding Singapura, atau juga Malaysia,” tutup Tulus.(Ert/SL)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *