Home LISTRIK Sukses Berbisnis EV, BNBR Rambah Sektor Konstruksi Tiga Dimensi
LISTRIK

Sukses Berbisnis EV, BNBR Rambah Sektor Konstruksi Tiga Dimensi

Share
Sukses Berbisnis EV, BNBR Rambah Sektor Konstruksi Tiga Dimensi
Share

Jakarta, situsenergi.com

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mulai merambah bisnis di sektor industri konstruksi 3 dimensi yang ramah lingkungan melalui PT Modula Tiga Dimensi (Modula). Ekspansi bisnis ini sebagai upaya perseroan untuk terus mendorong kinerjanya setelah cukup sukses berbisnis di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/ EV).

Direktur & Chief Financial Officer (CFO) BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti, menjelaskan masuknya BNBR di industri konstruksi 3D printing ramah lingkungan ini ditandai dengan peluncuran mesin 3D construction printing tipe BOD3 yang teknologinya telah banyak digunakan di Eropa. Di Indonesia, BNBR merupakan pionir dalam penggunaan teknologi paling mutakhir di industri kontruksi 3D printing ini.

“Kita berharap teknologi ini mampu mengejar housing backlog di Indonesia, khususnya di segmen konstruksi bangunan dan perumahan, yang sekaligus sejalan dengan prinsip ESG,” kata Roy dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).

PT Modula Tiga Dimensi, lanjut Roy, merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara BNBR dan perusahaan pembuat 3D construction printer terkemuka asal Denmark, COBOD International. Roy yakin, kerja sama ini mampu berkontribusi secara signifikan di tengah pertumbuhan industri kontruksi bangunan dan perumahan di tanah air dengan efisiensi yang tinggi melalui penerapan 3D construction printing yang ramah lingkungan.

“Kami melihat bahwa potensi pertumbuhan industri ini di Indonesia amat besar. Ini peluang bisnis yang patut dijajaki dan dikembangkan,” terang Roy.

Direktur Utama PT Modula Tiga Dimensi (Modula) Adi Bagus Tirto menambahkan saat ini pasar perumahan di Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan yang bahkan akan berlangsung hingga 2030. 

Adi mengatakan, kebutuhan rumah layak huni di Indonesia mencapai sekitar 600-800 ribu unit per tahun. Namun, pasokan yang tersedia hanya 400- 500 ribu unit per tahun.

“Sekitar 40 persen dari seluruh populasi rumah tangga di Indonesia mengalami housing backlog jadi sebanyak 30 juta rumah tangga di Indonesia akan membutuhkan hunian yang layak pada 2030 nanti,” ulasnya.

Di sisi lain, lanjut Adi, sektor konstruksi dunia ternyata menyumbang emisi sejumlah 37 persen atau sepertiga dari jumlah emisi global. Dari besaran tersebut, sejumlah 25 persen emisi disumbang oleh material bangunan (embodied emission) dan akan terus naik angkanya hingga sekitar 49 persen di 2030.

“Dengan penggunaan teknologi 3D construction printing ini diharapkan dapat mengurangi emisi dari sektor konstruksi, khususnya di Indonesia,” terang Adi. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

EV Ngebut Saat Nataru! Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak 479%, Sinyal Perubahan Pola Mudik

Jakarta, situsenergi.com Tren kendaraan listrik (EV) kian terasa nyata saat libur panjang...

Gebyar Awal Tahun 2026, PLN Tawarkan Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) membuka awal tahun dengan insentif menarik bagi...

PLN Mobile Hadirkan AntreEV, Pengisian Mobil Listrik Lebih Lancar Saat Arus Balik Nataru

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) terus memperkuat layanan pengisian kendaraan listrik pada...

Danantara Pacu Huntara Aceh Tamiang, PLN Pastikan Listrik Siap di 600 Unit Hunian

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) memperkuat dukungan percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara...