Home MIGAS SKK Migas Sebut Tiga KKKS Percepat Penyelesaian Proyek Hulu Migas
MIGAS

SKK Migas Sebut Tiga KKKS Percepat Penyelesaian Proyek Hulu Migas

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Harga minyak dunia yang terus meningkat disepanjang tahun ini mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mempercepat penyelesaian proyek-proyek hulu migas.

Saat ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang melakukan koordinasi dengan KKKS untuk menambah tiga proyek baru yang ditargetkan bisa onstream tahun ini.

Menurut Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, ketiga proyek tambahan itu adalah SP Bambu Besar (Asso) Pertamina EP yang diperkirakan memberikan tambahan produksi gas 7 MMSCFD, proyek Bukit Tua Phase 3 Petronas Carigali Ketapang II Ltd dengan potensi tambahan produksi 14.000 BOPD dan 30 MMSCFD gas, serta proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru Pertamina EP Cepu dengan potensi produksi gas 330 MMSCFD.

“Jika ketiga proyek tersebut berhasil onstream akan ada tambahan produksi minyak sebesar 14.000 BOPD dan gas 367 MMSCFD, sehingga secara keseluruhan jika 15 proyek bisa onstream tahun ini akan memberikan tambahan produksi minyak mencapai 28.486 BOPD dan gas sebesar 856 MMSCFD,” papar Julius

Lebih jauh ia mengatakan, jika kelima belas proyek bisa onstream, angka investasi akan melompat menjadi 2,92 miliar dolar AS atau setara Rp 42,34 triliun yang mampu menggerakkan industri nasional, para pengusaha daerah, masyarakat sekitar, dan penyerapan tenaga kerja.

“Kami optimis posisi entry level produksi migas pada awal 2022 akan berada di level yang optimal, sehingga menjadi modal yang bagus bagi SKK Migas dan KKKS untuk memenuhi target lifting APBN 2022,” tukasnya.

Julius juga menyebutkan bahwa ada 12 proyek migas yang sudah rampung dan berhasil onstream pada kuartal ketiga 2021.

“Proyek tersebut memberikan tambahan produksi migas 14.486 barel minyak per hari (BOPD) dan 489 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dengan total investasi sebesar 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp21,75 triliun,” ujarnya.

Julius menjabarkan 12 proyek migas yang sudah onstream tersebut adalah Lematang Compression Medco E&P Lematang, WB NAG Compression PetroChina Jabung Ltd., Gas Supply to RU-V Pertamina Hulu Mahakam, Merakes Eni East Sepinggan, dan North Area Jindi South Jambi Block B.

Kemudian, proyek migas EPF Belato Seleraya Merangin Dua, SP akasia Bagus Pertamina EP, KLD PHE ONWJ, Upgrade Bangadua Pertamina EP, Sidayu Saka Indonesia Pangkah Ltd., West Pangkah Saka Indonesia Pangkah Ltd., dan EOR Jirak Pertamina EP.

“Keberhasilan melakukan percepatan penyelesaian proyek memberikan prognosa baru jumlah proyek yang diperkirakan dapat onstream di tahun ini menjadi 15 proyek,” tutup Julius.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...