Logo SitusEnergi
Selain Sidrap, Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Angin Akan Segera Beroperasi Tahun Ini Selain Sidrap, Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Angin Akan Segera Beroperasi Tahun Ini
Jakarta, SitusEnergy.com  Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas kontrak 70 MW akan segera beroperasi awal tahun 2018. Setelah dilakukan uji... Selain Sidrap, Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Angin Akan Segera Beroperasi Tahun Ini

Jakarta, SitusEnergy.com 

Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas kontrak 70 MW akan segera beroperasi awal tahun 2018. Setelah dilakukan uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero) minggu pertama Januari lalu, pembangkit yang berada di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan ini menjadi pembangkit komersial skala besar pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi angin.

Selain PLTB Sidrap I tersebut, tiga PLTB lain dijadwalkan dapat beroperasi dalam waktu dekat, yaitu PLTB Sidrap tahap II, PLTB Jeneponto yang berada di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dan PLTB Tanah Laut yang berlokasi di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Ketiganya harganya sangat ekonomis. Artinya target EBT tercapai dan harga listrik murah untuk rakyat juga terwujud,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan informasi Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (25/1)

Sebagaimana PLTB Sidrap tahap I, PLTB Sidrap tahap II dengan kapasitas 50 megawatt (MW) juga akan dibangun oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi. Harga jual listrik dari Pembangkit ini disepakati sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, yaitu dibawah 85 persen dari Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan (BPP) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) yang sebesar 8,10 cent USD per kWh. PT PLN (Persero) akan menyiapkan kajian teknis terkait implementasi PLTB Sidrap II terhadap sistem jaringan PLN.

BACA JUGA   SPP UPms III Desak Pemerintah Batalkan Perpanjangan Kontrak Blok Corridor

Sementara itu, PLTB Jeneponto kapasitas 60 MW, dengan investasi sebesar US$ 150 juta ditargetkan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2018. Dengan estimasi kecepatan angin sekitar 7,5 hingga 8 meter per detik (m/s), PLTB ini rata-rata akan memproduksi 198,6 Gigawatt hours (GWh) per tahun. Proyek ini sedikitnya menyerap 190 orang tenaga kerja.

PLTB Tanah Laut, dengan nilai investasi sebesar USD 153 juta, ditargetkan COD pada tahun 2021. PLTB ini akan dibangun dalam tiga tahap, dengan tahap I sebesar 70 MW, tahap II sebesar 20 MW dan tahap ketiga berkapasitas 60 MW. Dukungan kuat dan izin lokasi juga ditunjukkan oleh Bupati Tanah Laut untuk pengembangan PLTB ini.

Selain ketiga PLTB, Pemerintah juga mendorong peningkatan pembangunan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan terus melakukan monitoring beberapa pembangkit, seperti PLT Arus Laut Larantuka (kapasitas 25 MW) serta PLTS Terapung Cirata (kapasitas 200 MWp). (SNU)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *