Home ENERGI Sektor ESDM RI Diklaim Tidak Prospektif
ENERGI

Sektor ESDM RI Diklaim Tidak Prospektif

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Indonesia dianggap oleh sebagian pihak sudah tidak terlalu prospektif sebagai negara tujuan investasi terutama terkait dengan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebab beberapa kasus seperti industri yang terkait dengan Crude Palm Oil (CPO) dituduh tidak peduli dengan kelestarian alam.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Energy, Ferdinand Hutahaen di Jakarta. Walaupun dalam World Trade Organization (WTO) memenangkan gugatan Indonesia atas tuduhan Uni Eropa, namun sentimen negatif terutama investor dari negera-negara tersebut masih belum sepenuhnya yakin atas jaminan keamanan produk CPO dan turunanannya.

Hal itu pada akhirnya merembet kepada keyakinan investor asing terhadap Indonesia ketika akan melakukan investasi di sektor ESDM. Tidak hanya karena itu saja, investor melihat sumber energi fosil di Indonesia dianggap sudah tidak prospektif lagi. Hal itu terbukti dari produksi yang terus melorot dan belum adanya penemuan sumber-sumber energi baru yang berhasil diekplorasi dan dieksploitasi.

“Investor melihat Indonesia ini menjadi negara yang kurang bagus di sektor migas, bahkan 5 investor perusahaan minyak kelas atas dunia udah mengeluarkan iIndonesia dari daftar investasi, kerana cadangan minyak kita dianggapnya sudah tidak banyak , dan cadangan gasnya juga udah ditangani beberapa pihak dan belum ada cadangan – cadangan baru yang proven,” ujar Ferdinand, Rabu (14/2).

Kemudian, masih kata Ferdinand, penyebab investor di sektor ESDM asing kerap lari atau tidak memerpanjang masa kontraknya juga disebabkan adanya kewajiban membayar pajak ke negara disaat pengembangan bisnis atau eksplorasi belum mendapatkan hasil. Pemerintah berdalih tidak diperpanjangnya kontrak pengelolaan wilayah kerja (WK) oleh investor asing karena negara ingin mengambil dan mengelolanya sendiri.

“Investor banyak yang merasa kesulitan terutama soal pajak karena mereka belum menghasilkan udah kena pajak, nah kalau di sektor kelistrikan pembangunan pembangkit listrik yang menjadi kendala adalah di masalah lingkungan, pembebasan lahandan lainnya,” ucapnya. (AY)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...