Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek panas bumi di Lahendong. Melalui Management Walkthrough (MWT), PGE Area Lahendong mengajak Dewan Komisaris, Komite Audit, serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) PT Pertamina (Persero) turun langsung ke lapangan.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas. PGE ingin memastikan seluruh operasional pembangkit panas bumi berjalan andal, aman, dan berkelanjutan, di tengah tuntutan ketahanan energi nasional yang makin ketat.
MWT kali ini menyasar area krusial. Mulai dari keandalan pembangkit, pengelolaan reservoir dan pengeboran, penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), hingga integritas aset dan kesinambungan bisnis panas bumi. Tim manajemen bahkan meninjau langsung PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 untuk memastikan standar keselamatan dan prinsip keberlanjutan diterapkan konsisten.
Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menegaskan pengawasan menjadi kunci menjaga performa operasional.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk memastikan seluruh aktivitas operasional di PGE Area Lahendong dijalankan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Pengelolaan risiko dan penerapan HSSE menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Tak berhenti di aspek teknis, PGE Lahendong juga mendorong nilai tambah lewat inisiatif Beyond Electricity. Program ini mengintegrasikan pemanfaatan panas bumi dengan pengembangan masyarakat, seperti produksi gula aren, pupuk berbasis silika, hingga pembangunan kawasan edukasi panas bumi. Pendekatan ini mendukung pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Melalui pengawasan ketat dan inovasi berkelanjutan, PGE menegaskan posisinya sebagai Geothermal Centre of Excellence. Fokus perusahaan tertuju pada optimalisasi pembangkit eksisting, peningkatan efisiensi operasi, serta pengembangan manfaat panas bumi di luar listrik.

Strategi ini diharapkan memperkuat kontribusi PGE terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060. Sinyal kuat bahwa panas bumi bukan sekadar sumber energi alternatif, tetapi pilar penting transisi energi Indonesia. (DIN/GIT)
Leave a comment