Home LISTRIK PLN Target Lakukan Co-firing Biomassa pada 52 PLTU Batu Bara
LISTRIK

PLN Target Lakukan Co-firing Biomassa pada 52 PLTU Batu Bara

Share
PLN Target Lakukan Co-firing Biomassa pada 52 PLTU Batu Bara
PLN Target Lakukan Co-firing Biomassa pada 52 PLTU Batu Bara
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT PLN (Persero) menargetkan akan melakukan co-firing biomassa pada 52 PLTU batu bara berkapasitas total 18.152 MegaWatt (MW) hingga 2025, dengan kebutuhan biomassa yang berasal dari hutan tanaman energi dan sampah mencapai 9-12 juta ton per tahun.

Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi Flienty Roekman, berharap metode co-firing biomassa PLTU batu bara  dapat mendukung peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional sebesar 23 persen pada 2025, sekaligus mendukung komitmen negara terhadap perjanjian Paris Agreement.

“Selain metode co-firing, PLN juga mengembangkan konsep clean coal technology untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, terkhusus pada PLTU skala besar berkapasitas hingga 1.000 MW,” katanya di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Menurut dia, sejak 2 Maret, PLN telah mengimplementasikan perdagangan emisi karbon antara pembangkit listrik fosil dengan pembangkit listrik energi hijau. PLTU Paiton di Jawa Timur telah membeli sertifikat penurunan emisi sebesar 1.000 ton karbondioksida dari PLTA Sipansihaporas di Sumatera Utara.

“PLN berharap bisa berkontribusi terhadap pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca pemerintah dalam perjanjian Paris Agreement,” kata Syofvi.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya juga berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara melalui penerapan metode co-firing biomassa.

“Kami menambahkan bahan bakar biomassa ke dalam tungku pembakaran PLTU, sehingga konsumsi batu bara bisa berkurang dan menurunkan emisi gas rumah kaca dengan tetap menjaga produk dari listrik tersebut,” papar Syofvi.

“Ada enam pembangkit listrik batu bara milik PLN yang telah berhasil menjalankan metode co-firing biomassa, yaitu PLTU Paiton dan PLTU Pacitan di Jawa Timur, PLTU Jeranjang di Nusa Tenggara Barat, PLTU Suralaya di Banten, serta PLTU Sanggau dan PLTU Ketapang di Kalimantan Barat,” tambah dia.

Sementara Pemerintah sendiri saat ini sedang melakukan uji coba perdagangan emisi karbon sektor energi dengan melibatkan 80 PLTU batu bara di seluruh Indonesia. Uji coba perdagangan karbon dilakukan sejak Maret hingga Agustus 2021.

Total emisi gas rumah kaca dari 80 pembangkit listrik batu bara tersebut mencapai 159 juta ton karbondioksida. Skema perdagangan karbon menggunakan cap, trade, dan offset sehingga diperlukan pembatasan terhadap nilai emisi karbon yang dihasilkan dari setiap pembangkit listrik.

Pemerintah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi sebesar 314 juta hingga 398 juga ton karbondioksida pada 2030 mendatang, melalui program pengembangan energi hijau yang ramah lingkungan.(Mul/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Listrik Jadi Penyelamat! PLN Salurkan 1.000 Genset ESDM untuk Warga Aceh Pascabencana

Aceh, situsenergi.com Aceh perlahan bangkit setelah banjir dan longsor memutus jaringan listrik...

Warga Mulai Huni Huntara Danantara Aceh Tamiang, Listrik PLN Langsung Nyala & Personel Siaga

Aceh Tamiang, situsenergi.com Warga terdampak bencana di Aceh Tamiang mulai menempati Hunian...

EV Ngebut Saat Nataru! Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak 479%, Sinyal Perubahan Pola Mudik

Jakarta, situsenergi.com Tren kendaraan listrik (EV) kian terasa nyata saat libur panjang...

Gebyar Awal Tahun 2026, PLN Tawarkan Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) membuka awal tahun dengan insentif menarik bagi...