Logo SitusEnergi
PLN Resmikan Laboratorium Microgrid PLN Resmikan Laboratorium Microgrid
Bogor, situsenergy.com Kepala Divisi Enjining PT PLN (Persero), Warsono, didampingi General Manager Puslitbang Cipayung, Bogor, E.Haryadi meresmikan penggunaan Laboratorium Microgrid di PLN Puslitbang, Cipayung,... PLN Resmikan Laboratorium Microgrid

Bogor, situsenergy.com

Kepala Divisi Enjining PT PLN (Persero), Warsono, didampingi General Manager Puslitbang Cipayung, Bogor, E.Haryadi meresmikan penggunaan Laboratorium Microgrid di PLN Puslitbang, Cipayung, Rabu.

Menurut Warsono, microgrid merupakan kumpulan dari interkoneksi sumber pembangkit terdistribusi (PLTS, PLTD, PLTMH, PLTB, Baterai, dsb) dengan beban, yang dapat bekerja secara mandiri maupun terhubung dengan grid lain.

“Konsep microgrid sudah banyak digunakan di beberapa negara dan umumnya terfokus pada pengontrolan pembangkitan eksisting sehingga pembangkit eksisting harus mengalami modifikasi atau penggantian total,” katanya.

Dikatakan, konsep microgrid yang diajukan dalam penelitian kali ini adalah pengembangan inverter dalam bentuk modular sehingga kerusakan komponen tidak mematikan seluruh sistem microgrid.

“Selain itu, sistem microgrid ini menggunakan storage element (SE) berupa battery bank dan bidirectional inverter yang dapat dikontrol sebagai pembangkit maupun beban tersendiri (plug and play),” paparnya.

“Dengan menggunakan konsep ini, saat diperlukan integrasi sebagai suatu sistem microgrid, pembangkitan eksisting yang terdapat di lapangan dapat bekerja tanpa harus dilakukan penggantian pada sistem pembangkitan tersebut,” tambah dia.

Keunggulan lainnya, kata dia, adalah penelitian microgrid ini dilakukan melalui sinergi BUMN yaitu PLN dan PT LEN Industri dalam rangka pengembangan manufaktur inverter dalam negeri sehingga mempercepat proses perbaikan jika terjadi kerusakan peralatan.

BACA JUGA   Warga Halmahera Selatan Antusias Sambut BBM Satu Harga

Ia menambahkan, penelitian microgrid ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sistem microgrid yang tepat untuk wilayah kepulauan di Indonesia melalui pembangunan fasilitas penelitian microgrid di Laboratorium Tenaga Air Mini (LTAM) Cipayung.

“Sampai saat ini telah berhasil dibuat fasilitas penelitian microgrid yang mencakup desain dan instalasi hardware berupa modul PLTS, grid tied inverter (GTI), bidirectional inverter (BDI), battery bank, load bank, serta simulator generator,” tukasnya.

“Selain itu juga telah dilakukan desain dan implementasi human machine interface (HMI) untuk proses monitoring dan kontrol microgrid. Ke depannya penelitian akan dilanjutkan dengan penerapan algoritma serta optimisasi sistem microgrid,” pungkasnya.(adi)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *