Logo SitusEnergi
PLN Efisien Rp 1,3 Triliun Berkat Inovasi PLN Efisien Rp 1,3 Triliun Berkat Inovasi
Jakarta, situsenergy.com PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memproyeksikan jumlah efisiensi  Rp 1,3 triliun, menyusul adanya temuan 357 inovasi karyawan PLN. “Target dari program inovasi... PLN Efisien Rp 1,3 Triliun Berkat Inovasi

Jakarta, situsenergy.com

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memproyeksikan jumlah efisiensi  Rp 1,3 triliun, menyusul adanya temuan 357 inovasi karyawan PLN.

“Target dari program inovasi tersebut adalah penurunan biaya pokok produksi (BPP) dan peningkatan efisiensi pendapatan perusahaan,” kata Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman pada ajang perlombaan inovasi PLN, LIKE (Learning, Innovation, Knowledge & Exhibition), bertema “Peningkatan Efisiensi Melalui Inovasi di Era Disruptive”, di Jakarta, Selasa (17/10).

LIKE PLN merupakan transformasi dari KNIFE (Knowledge, Norm, Innovation, Festival and Exhibition) yang telah dilaksanakan sejak 2009. LIKE diharapkan dapat membentuk budaya pengelolaan pengetahuan yang menghasilkan produk-produk inovasi yang diimplementasikan di lingkungan perusahaan.

“Melalui LIKE PLN, manajemen ingin mendorong dan merangsang para pegawai untuk terus melakukan inovasi dalam bekerja serta mampu menerapkan inovasi dalam membantu penyelesaian pekerjaan di unit-unit PLN,” ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat, I Made Suprateka.

Seleksi Penghargaan Karya Inovasi (SPKI) berfungsi sebagai sarana manajemen memotivasi para pegawai secara terus menerus untuk dapat lebih berperan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

SPKI ini selalu mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, sampai dengan tahun 2017 jumlah karya inovasi yang dihasilkan sebanyak 3.263 karya inovasi dari seluruh unit PLN di Indonesia.

BACA JUGA   Untungkan Warga Ende, Menteri Sandiaga Uno Apresiasi Program Co-Firing PLN

Manfaat inovasi untuk menciptakan “nilai tambah” bagi peningkatan kinerja perusahaan seperti kenaikan efisiensi, penurunan heat rate pembangkit, percepatan waktu pemeliharaan dan atau pelayanan, dan meningkatkan faktor ketersediaan (availability factor).

Dalam rangka meningkatkan efisiensi, inovasi diarahkan pada perbaikan fuel mix, pengurangan jam gangguan, penurunan losses jaringan, dan peningkatan produktivitas pegawai.

“PLN akan terus berinovasi dan menanamkan budaya pembelajar kepada para pegawainya. Namun kami juga ingin berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Oleh karena itu, karya-karya inovasi pegawai akan dipamerkan dalam PLN Expo pada 18 sampai 19 Oktober 2017 di Plaza Terbuka PLN Kantor Pusat,” ungkap Made.

Pada kesempatan ini, PLN juga akan meluncurkan jurnal Energi Kelistrikan yang berisi makalah ilmiah mengenai teknologi dan pengelolaan energi kelistrikan dari seluruh Indonesia dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.

Penerbitan jurnal energi kelistrikan ini bertujuan sebagai wadah publikasi dan diseminasi penelitian ilmiah yang berkaitan dengan energi kelistrikan serta untuk mengelola pengetahuan di bidang kelistrikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jurnal ilmiah ini menargetkan segmen pembaca untuk para praktisi dan ahli di bidang kelistrikan di Indonesia.

BACA JUGA   Garap Lapangan Gas JTB, Pertamina Serap 6.000 Pekerja

Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe. Ia memberikan sambutan yang memfokuskan pada teknologi ketenagalistrikan. “Ada sasaran utama dalam bidang ketenagalistrikan yang perlu dikejar. Pertama, sumber daya manusia dan kedua adalah teknologi,” kata Jumain.

Ia mengatakan saat ini 90 persen teknologi pada bidang ketenagalistrikan masih menggunakan komponen luar negeri. Untuk bidang SDM, Kemristekdikti sedang fokus memprogramkan advokasi spesialisasi bidang kelistrikan melalui politeknik serta sekolah kejuruan lainnya.

Sementara untuk menggenjot pengembangan teknologi bidang kelistrikan saat ini beberapa inovasi dikembangkan untuk komponen-komponen serta suku cadang perangkat kerasnya.

“Kalau komponen saja masih impor juga dari luar negeri itu dapat menghambat kinerja pengembangan listrik. Karena nanti komponen kecil rusak harus menunggu pengiriman luar negeri,” katanya. (ERT)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *