Home ENERGI Perusahaan Energi Ini Bakal “Ditendang” BEI, Ini Sebabnya
ENERGI

Perusahaan Energi Ini Bakal “Ditendang” BEI, Ini Sebabnya

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Saham PT Sky Energy Indonesia Tbk berpotensi dihapus (delisting) dari papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena disuspensi selama 6 bulan. Suspensi atas perusahaan dengan kode perdagangan JSKY ini masa suspensinya akan mencapai 24 bulan pada 1 Agustus 2024.

Atas potensi delisting ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan kepada investor untuk dapat memperhatikan dan mencermati segala informasi yang akan disampaikan perseroan. Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perseroan, dapat menghubungi Putu Adhiyasa Mahendra selaku Sekretaris Perusahaan.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Vera Florida, mengatakan penghapusan pencatatan (delisting) dapat dilakukan otoritas manakala perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat. Atau peristiwa tersebut berdampak secara finansial atau secara hukum, sementara perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Merujuk Ketentuan III.3.1.2 Peraturan Bursa No I-I tentang Penghapusan Pencatatan dan Pencatatan Kembali (Relisting), perseroan telah memenuhi kriteria penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia,” tulis Vera dalam keterangannya, Selasa (28/3/2023)

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan berupa hasil RUPSLB pada 19 September 2022, susunan manajemen perseroan sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Hantoro
Komisaris Independen: Buhanudin Amin
Dewan Direksi
Direktur Utama: Jung Fan
Direktur: Hideki Iida
Direktur: Naoki Ishikawa

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

Sementara, susunan pemegang saham perseroan berdasarkan laporan bulanan per 31 Juli 2022:

  1. PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha memiliki 413.316.700 lembar atau setara 20,33%.
  2. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan kepemilikan saham sebanyak 203.352.927 lembar atau setara 10%.
  3. PT Trinitan Global Pasifik memegang 91.928.580 lembar atau setara 4,52%.
  4. Masyarakat memiliki 1.323.941.793 lembar atau 65,14% (DIN/SL)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...