Logo SitusEnergi
Pertamina Proaktif Laporkan Tindak Kriminal ke penegak hukum Pertamina Proaktif Laporkan Tindak Kriminal ke penegak hukum
Jakarta, situsenergy.com PT Pertamina (Persero) dinilai sudah melakukan berbagai upaya proaktif dalam mengatasi berbagai tindak kriminal yang berakibat pada kebocoran migas, antara lain dalam... Pertamina Proaktif Laporkan Tindak Kriminal ke penegak hukum

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) dinilai sudah melakukan berbagai upaya proaktif dalam mengatasi berbagai tindak kriminal yang berakibat pada kebocoran migas, antara lain dalam menghadapi illegal tapping, illegal drilling dan penyelundupan.

Selain itu, menurut Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M Kholid Syeirazi, BUMN tersebut juga selalu proaktif melaporkan tindak kriminal dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri

“Jadi, Pertamina sudah cukup baik. Tinggal didorong lebih aktif lagi,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (08/3/2020).

Dalam mengatasi berbagai aksi kriminal migas, Pertamina selalu bekerja sama dengan pihak penegak hukum. Bahkan yang terbaru, Korps Polisi Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menangkap truk pengangkut 55 ton minyak yang diduga dicuri dari Pertamina.

Penangkapan dilakukan di Pelabuhan PT BBJ Cilegon Banten, Kamis (5/3). Hasil pemeriksaan didapat keterangan bahwa minyak ilegal tersebut berasal dari Palembang dan ditampung di Lampung.

Hal itu menurut Kholid, memperlihatkan upaya Pertamina cukup besar dalam memberantas berbagai aksi kriminal tersebut.

Dia menambahkan illegal tapping di berbagai daerah sulit diberantas, sebab, rata-rata para pelaku kecil juga memiliki penampungan atas hasil kriminalitas tersebut.

BACA JUGA   Naik Tipis, HPE Tembaga Sentuh USD4.552 per Ton di Awal Juni

Potensi kerugian akibat illegal tapping, lanjutnya, memang cukup besar, sebab bukan hanya Pertamina yang rugi, tetapi juga seluruh operator yang memiliki pipa. “Pipa Pertamina memang terbesar, tetapi pipa yang lain juga bisa rugi karena aksi tersebut,” kata dia.

Begitu pula dengan illegal drilling, Pertamina juga dinilai telah memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, apalagi, potensial kerugian illegal drilling sangat besar. “Untuk itu, Kepolisian, Kejaksaan, sebaiknya juga fokus di situ. KPK pun harus ikut,” ujarnya.(ERT/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *