Home ENERGI Persetujuan POD Blok Masela Bakal Dirilis Paling Lambat Akhir Juni 2019
ENERGI

Persetujuan POD Blok Masela Bakal Dirilis Paling Lambat Akhir Juni 2019

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Revisi persetujuan pengembangan Blok Masela diyakini akan rampung bulan Juni 2019 ini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/6).

Dikatakannya Minutes of Meeting (MoM) yang telah ditandatangani SKK Migas bersama Inpex Corporation beberapa waktu lalu sudah berisi berbagai kesepakatan inti, sehingga persetujuan PoD pada dasarnya bisa segera diberikan.

“Kami harapkan pertengahan Juni ini bisa selesai HoA (head of aggreement), pas G20. Sampai akhir bulan juga approval PoD (Plan of Development), akhir Juni bisa dilakukan,” kata Dwi.

Menurut Dwi, beberapa poin kesepakatan dalam rapat terakhir dengan Inpex di Tokyo dan akan dituangkan dalam HoA dan PoD nantinya seperti biaya proyek. Saat ini SKK Migas dan Inpex telah memiliki basis perhitungan biaya pengembangan yang sama yaitu antara USD18 miliar – USD20 miliar.

“Project cost kami bicara. Sementara dipakai referensi mana, tapi nanti akan disesuaikan dengan realisasi. Jadi sekarang kami gunakan basis realisasi sebenarnya,” ulas Dwi.

Poin krusial berikutnya yang disepakati adalah terkait bagi hasil atau split dimana kedua pihak berhasil mencapai win-win solution dengan skema bagi hasil. Pemerintah sekurangnya mendapat bagian 50 persen. Bahkan jika biaya pengembangan bisa ditekan maka bagi hasil jatah pemerintah bisa bertambah maksimal sebesar 58 persen.

“Split akan sangat dipengaruhi oleh nilai investasi. Jadi nilai investasi sekarang boleh saja ambil reference tertentu, tetapi nanti saat proyek selesai dia (Inpex) akan cek realisasinya,” ungkap Dwi.

Sebagai tambahan informasi, proyek PoD Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah. Blok Masela diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 9,5 juta ton per tahun (Million Ton Per Annum /MTPA) dalam bentuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dan 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas pipa. Proyek ini diperkirakan bisa mulai berproduksi pada kuartal II 2027. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...