Home MINERBA Pengusaha Pertambangan Soroti Lemahnya Sinkronisasi Data Pemerintah
MINERBA

Pengusaha Pertambangan Soroti Lemahnya Sinkronisasi Data Pemerintah

Share
Pengusaha Pertambangan Soroti Lemahnya Singkronisasi Data Pemerintah
Share

Jakarta, situsenergi.com

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menyoroti lemahnya sinkronisasi data yang dimiliki pemerintah terhadap data pertambangan di Indonesia.

“Dalam menyusun kebijakan yang tepat harus ada landasan yang kuat, faktanya sekarang kita belum bisa memanfaatkan data-data usaha pertambangan kita untuk menyusun kebijakan dan tata kelola yang baik, tak heran pengusaha juga jadi sering bingung karena perubahan kebijakan,” ucap Anggawira Selasa (01/11/2022).

Menurut Anggawira, One Big Data Policy menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah saat ini untuk memberikan kepastian hukum kepada para pengusaha tambang. Apalagi Indonesia membutuhkan suntikan investasi untuk mempercepat hilirisasi industri minerba.

“Pengusaha kemarin urus izin pertambangan ke pusat, kemudian ada kebijakan mengurus izinnya di daerah, ketika diurus di daerah ternyata daerah belum siap, kebingungan ini bisa menghambat investasi dan pertumbuhan pengusaha, di era Big Data ini kita harus mendorong sinkronisasi data agar kebijakan yang dihasilkan dapat tidak tumpang tindih,” tegas Anggawira.

Anggawira menyampaikan pengusaha memiliki peran penting dalam upaya hilirisasi mineral, namun perlu ada dorongan berupa insentif dan peningkatan kapasitas SDM bagi pengusaha agar mampu mengolah mineral yang kaya di Indonesia.

“Keuntungan dari One Big Data Policy ini kita bisa memetakan akurat juga kemampuan pengusaha kita saat ini, sehingga pemerintah bisa menjadikan data tersebut landasan dalam menyiapkan instrumen insentif dan juga peningkatan kapasitas dengan menggandeng perguruan tinggi,” sebut Anggawira yang juga merupakan Komisaris PT JSK Gas, perusahaan energi di bidang Floating Liquefied Natural Gas.

Sebelumnya dalam kegiatan tersebut, Edy Junaedi Direktur Pengembangan Sistem Perizinan Berusaha Kementerian Investasi/BKPM menyebut pemerintah terus melakukan sinkronisasi data dan peraturan yang ada di pusat dan daerah.

“Memang masalah data ini sebelumnya menjadi hambatan, tapi dengan sistem di OSS alhamdulillah pelan-pelan kita sinkronisasikan, sekarang Kementerian Investasi dan BKPM secara aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait agar masalah data ini selesai dan bisa menjadi landasan tepat untuk kebijakan dan peraturan yang ada,” sebut Edy.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...