Home MIGAS Pengamat : SKK Migas Harus Pastikan PHR Jalankan Program Yang Sudah Di Susun Sebelumnya
MIGAS

Pengamat : SKK Migas Harus Pastikan PHR Jalankan Program Yang Sudah Di Susun Sebelumnya

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Transisi pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan dengan lancar. Meski sebelumnya tercatat ada 9 permasalahan yang menjadi sorotan, hingga menjelang transisi pada 9 Agustus lalu seluruh persoalan disebut telah berhasil diselesaikan dengan baik.

“Saya kira peran SKK Migas dalam mengawal proses transisi ini sudah berjalan sangat baik. SKK Migas, sesuai dengan fungsinya untuk melakukan pengawasan terhadap KKKS memastikan bahwa PR yang terjadi selama proses transisi ini bisa selesai 100 persen mengingat begitu pentingnya Blok Rokan ini,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan kepada Situsenergi.com, Jumat (13/8/2021).

SKK, kata Mamit, juga harus memastikan bahwa PHR menjalankan program yang sudah disusun sebelumnya untuk menjaga dan bahkan meningkatkan produksi di Blok Rokan.

“Memang, dengan skema Gross Split  kewenangan SKK berkurang. Tetapi, sebagai perwakilan pemerintah keseriusan dalam menjaga dan mengawasi kinerja PHR dan juga produksi Blok Rokan harus tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris SKK Migas Taslim Z. Yunus, mengatakan dari sembilan isu soal Blok Rokan, ada dua hal krusial yang dipersiapkan saat proses pengambilalihan ini.

“Ada dua hal critical, pertama terkait pasokan listrik uap dan gas, ini sudah selesai. Kedua, Chemical EOR (Enhanced Oil Recovery), ini yang berhubungan langsung dengan PHR sebagai pemilik teknologi. Dua hal ini kritikal sehingga kami berdebar-debar supaya hal ini berjalan mulus,” jelas Taslim.

Taslim mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang sangat krusial bagi produksi minyak di Blok Rokan. Untuk memastikan produksi bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan, maka menurutnya proses pengeboran harus berjalan dengan baik.

“Pada tahun ini krusial. Dari sembilan aspek proses transisi itu, yang penting adalah migrasi data, lalu aplikasi teknologi sudah diserahkan juga dites yang saat ini juga sudah berjalan dengan lancar. Manajemen kontrak juga penting untuk dilakukan mirroring,” katanya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...