Home MINERBA Penambangan Timah di Laut, Ini Kata Pelaku Usaha
MINERBA

Penambangan Timah di Laut, Ini Kata Pelaku Usaha

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kalangan usaha di bidang ekspor timah menyebutkan eksplorasi timah di laut telah dilakukan sejak lama sehingga kondisi ini akan berpengaruh terhadap cadangan timah itu sendiri.

Hal ini merespon pemerintah yang memberikan izin bagi penambangan timah di laut menyusul dengan cadangan timah di laut yang terhitung lebih banyak daripada di darat.

Di waktu yang berbeda, sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan izin kepada PT Timah Tbk untuk melakukan penambangan di laut Bangka Belitung yang ditandai pemberian dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).

Sekjen Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), Jabin Sufianto mengatakan pertambangan timah di laut sudah lama dilaksanakan hanya saja saat ini tambang di laut menghadapi sejumlah tantangan, yakni terkait kedalaman tambang hingga dampak penambangan bagi masyarakat dan ekosistem laut.

“Potensi di Indonesia memang sangat sungguh untuk cadangan timah di laut, akan tetapi seperti yang saya bilang adalah penambangan yang makin lama makin dalam,” kata dia dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan secara live streaming program Mining Zone, Selasa (28/03/2023).

Menurut dia, ijin yang diberikan kepada pelaku usaha untuk melakukan penambangan timah di laut bukanlah aturan baru yang diberikan pemerintah.

“Jadi ini bukan sesuatu yang baru bahkan saya dulu memulai bisnis timah di Kepri menambang di laut hampir 4 ribu sekitar hektar, tentunya cadangan timah di laut makin lama makin dalam seperti di darat,” kata dia.

Untuk itu, kata dia, sesuai kebijakan pemerintah melalui KKP yang memberikan ijin untuk menambang timah di laut harus memperhatikan ekosistem laut itu sendiri.

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

“Sesuai peraturan yang baru dan kami, selama ini KKP sangat mendukung dan hanya menyampaikan ke asosiasi bahwa ekosistem laut benar – benar dijaga,” kata dia.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...