Logo SitusEnergi
Pemerintah Harus Terapkan Integrasi Kilang Refinery Dengan Industri Petrokimia Pemerintah Harus Terapkan Integrasi Kilang Refinery Dengan Industri Petrokimia
Jakarta, situsenergy.com Pengamat Energi Marwan Batubara mengingatkan pemerintah untuk segera merealisasikan rencana pengintegrasian kilang pengolahan BBM (Refinery) dengan industri petrokimia. Selain untuk memberikan nilai... Pemerintah Harus Terapkan Integrasi Kilang Refinery Dengan Industri Petrokimia

Jakarta, situsenergy.com

Pengamat Energi Marwan Batubara mengingatkan pemerintah untuk segera merealisasikan rencana pengintegrasian kilang pengolahan BBM (Refinery) dengan industri petrokimia. Selain untuk memberikan nilai tambah, pengintegrasian tersebut juga berguna untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku industri petrokimia.

“Ini sangat relevan untuk mengurangi ketergantungan impor dan yang mengurangi devisa. Ini sebetulnya sudah digaungkan sudah sepuluh tahun yang lalu,” ujar Marwan Batubara yang juga merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Resources Study (IRESS) di Jakarta, Selasa (27/3).

Marwan menduga, ada ketidakseriusan dari pemerintah dalam menjalankan rencana ini. Pasalnya sejak sepuluh tahun lalu digaungkan rencana tersebut, hingga saat ini belum satupun kilang refinery BBM yang sudah diintegrasikan dengan industri petrokimia.

“Pemerintah yang memiliki visi kedapan, harusnya sudah memiliki roadmap, program-program, termasuk strategi yang dibutuhkansupaya visi bagaimana kita tidak tergantung impor itu bisa terlaksana,” tuturnya.

Sementara itu, dari sisi badan usaha, Pertamina, kata Marwan mungkin saja sudah mencoba untuk mengaplikasikan hal itu, namun lagi-lagi karena kurangnya dorongan dan pendampingan pemerintah, lagi-lagi rencana besar itu tak kunjung berjalan.

BACA JUGA   Sinergi BUMN, Langkah Pertamina Meyelamatkan Garuda Indonesia

“Dari sisi korporasi mungkin ada visinya, tapi gara-gara kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada pertumbuhan bisnis supaya BUMN bisa mengembangkan sektor petrokimia ini, makanya tidak bisa jalan. Saat ini baru yang basic-basic saja yang diurus, seperti BBM dan Gas. Padahal Petrokimia juga memiliki nilai tambah,” paparnya.

Marwan pun mendesak agar Kementerian yang terkait yaitu Kementerian ESDM dan Kementerian Perincustrian bisa duduk bersama untuk membahas masalah ini. “Ini kan kepentingannya industri kita, jadi mereka harus duduk bersama, membahas bagaimana agar pengintegrasian dua sektor ini bisa berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah pihak menyatakan, industri turunan pembangunan kilang BBM hasil ekonominya lebih besar daripada hanya membangun kilang untuk pengolahan minyak saja. Pasalnya, integrasi kilang dengan industri petrokimia dapat menurunkan impor plastik dan bahan kimia organik dengan nilai miliaran dolar AS. (SNU).

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *