Home OPINI OPINI SZ: Apresiasi Tinggi Untuk Mereka Yang Berbuat Demi Kemanusiaan Pada Bencana Alam
OPINI

OPINI SZ: Apresiasi Tinggi Untuk Mereka Yang Berbuat Demi Kemanusiaan Pada Bencana Alam

Share
Share

Bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, fasilitas umum hancur, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan terendam lumpur. Dalam situasi sulit seperti ini, kehadiran para relawan dan petugas kemanusiaan menjadi cahaya harapan.
Salah satu yang patut mendapatkan apresiasi tanpa batas adalah para insan Danantara, BUMN Energi yang telah menunjukkan kerja keras, keikhlasan, dan kepedulian luar biasa, jauh melampaui sekadar tugas pekerjaan.

Perbaikan fasilitas kelistrikan yang rusak akibat banjir bandang bukanlah pekerjaan mudah. Tiang tumbang, jaringan terputus, gardu rusak, dan akses menuju lokasi sering kali sulit ditembus karena lumpur dan puing-puing. Namun bagi para insan PLN tetap turun ke lapangan, bekerja siang dan malam, demi memastikan listrik kembali menyala dan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga sumber kehidupan bagi rumah sakit, tempat pengungsian, komunikasi, dan aktivitas ekonomi warga.

Yang lebih menyentuh hati, para insan PLN tidak hanya fokus pada perbaikan jaringan listrik. Dengan penuh keikhlasan, mereka juga turut membersihkan masjid-masjid di beberapa kabupaten di Aceh yang terendam lumpur.
Masjid bukan hanya bangunan fisik, tetapi pusat ibadah, tempat menenangkan hati, dan simbol kekuatan spiritual masyarakat.
Ketika masjid kembali bersih dan dapat digunakan untuk beribadah, semangat masyarakat pun ikut bangkit. Perbuatan ini sungguh sangat terpuji, karena dilakukan bukan karena perintah jabatan, melainkan karena panggilan nurani dan rasa kemanusiaan.

Membersihkan lumpur tebal, mengangkat karpet yang basah, menyapu lantai yang kotor, dan merapikan kembali peralatan ibadah , sejatinya bukanlah tugas resmi seorang petugas kelistrikan. Namun para insan PLN melakukannya dengan ikhlas, tanpa pamrih, dan tanpa mengharapkan pujian.
Inilah bentuk nyata bahwa mereka hadir bukan hanya sebagai pekerja profesional, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Apresiasi yang tinggi kiranya patut diberikan kepada para Pekerja PLN yang ikut bahu-membahu mendukung Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan daerah, TNI, dan POLRI dalam membersihkan fasilitas-fasilitas kesehatan yang terendam lumpur akibat banjir bandang.
Fasilitas kesehatan adalah tempat yang sangat vital, terutama setelah bencana, ketika risiko penyakit meningkat dan banyak warga membutuhkan pertolongan medis. Tanpa kebersihan dan kelayakan fasilitas, pelayanan kesehatan tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Keterlibatan insan PLN dalam kegiatan kemanusiaan ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan kuat di negeri ini. Mereka tidak membedakan tugas pokok dan tugas tambahan ketika menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Semua dilakukan bersama, saling membantu, tanpa melihat latar belakang instansi.
Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya: bersatu dalam kepedulian saat bencana datang.

Kerja ikhlas seperti ini sering kali tidak terlihat oleh kamera dan tidak selalu menjadi berita utama. Namun dampaknya sangat besar bagi masyarakat yang merasakannya langsung. Warga yang melihat petugas PLN ikut membersihkan masjid dan puskesmas tentu merasa tidak sendirian menghadapi musibah. Ada rasa diperhatikan, dihargai, dan dikuatkan. Rasa inilah yang sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana, karena membangun kembali semangat sering kali sama pentingnya dengan membangun kembali bangunan.

Apa yang dilakukan para insan PLN juga memberi teladan bahwa tanggung jawab sosial tidak mengenal batas jabatan dan seragam. Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan adalah hati yang peduli dan tangan yang mau bekerja. Ketika semua pihak bergerak bersama, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat.

Sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua relawan bencana , para insan BUMN Danantara yang bekerja siang malam tanpa mengenal lelah dan apresiasi ini kita untukan atas dedikasi dan pengorbanan mereka. Apresiasi ini bukan hanya sebagai ucapan terima kasih, tetapi juga sebagai pengakuan bahwa kerja mereka sangat berarti bagi kehidupan banyak orang. Semoga apa yang telah mereka lakukan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak lainnya.
Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh insan PLN yang telah bekerja tanpa lelah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Terima kasih atas kerja keras memperbaiki fasilitas kelistrikan, terima kasih atas keikhlasan membersihkan masjid-masjid agar kembali menjadi tempat ibadah yang layak, dan terima kasih atas kepedulian membantu membersihkan fasilitas kesehatan bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, TNI, dan POLRI.
Kalian adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja dalam senyap, namun dampaknya terasa nyata bagi masyarakat. Semoga semangat kemanusiaan seperti ini terus hidup dan menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi setiap ujian.[•]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

OPINI SZ : Maduro Ditangkap Amerika: Bagaimana dengan Harga Minyak, dan Ujian Kepentingan Indonesia

Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat bukan sekadar peristiwa hukum atau diplomatik.Ia...

OPINI SZ : Mengantar Energi-Mempertaruhkan Resiko Demi Menjaga Denyut Bangsa

Setiap hari kita menyalakan motor, mengisi bensin, lalu melaju tanpa berpikir panjang....

OPINI SZ : Stop Impor Solar- Jangan Gagah di Judul, Tapi Bocor di APBN

Saya termasuk yang mendukung penuh rencana Stop Impor Solar. Dukungan ini bukan...

Opini SZ: Penyaluran Elpiji 3 Kg Berbasis NIK: Solusi Administratif yang Belum Menyentuh Akar Masalah

Rencana Pemerintah Indonesia untuk menetapkan penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi berbasis NIK...