Home MIGAS Omicron Naik Tajam, Produsen Gas Industri Ini Genjot Produksi Oksigen Medis
MIGAS

Omicron Naik Tajam, Produsen Gas Industri Ini Genjot Produksi Oksigen Medis

Share
Produsen Gas Industri Ini Genjot Produksi Oksigen Medis
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Merespons peningkatan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di dalam negeri, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) akan mengoptimalkan layanan pemenuhan kebutuhan oksigen medis dan bahkan siap meningkatkan kapasitas produksi dengan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp30 miliar.

Menurut Direktur Operasional SBMA, Iwan Sanyoto perseroan akan mengoptimalkan layanan untuk memenuhi kebutuhan gas, khususnya jenis oksigen medis bagi rumah sakit rujukan Covid-19. Iwan mengaku, SBMA akan menjaga kontinuitas produksi oksigen medis di tengah peningkatan ancaman Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, per 15 Februari 2022 jumlah penambahan kasus secara nasional mencapai 57.049 kasus, dengan kasus aktif bertambah 30.168 kasus. Tingginya jumlah kasus Covid-19 tersebut, kata Iwan, telah membuat beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR). Untuk itu, lanjut dia, SBMA siap melayani kebutuhan oksigen medis di rumah sakit yang ada di Pulau Kalimantan.

“Berkaca pada pengalaman saat gelombang kedua kasus Covid-19 kemarin, kami mampu memproduksi 2.500 tabung per hari, dengan catatan tabung tersedia,” ujar Iwan dalam keterangannya, Kamis (17/2/2022).

Dia menyampaikan, setiap kenaikan kasus Covid-19, permintaan oksigen medis di rumah sakit juga turut meningkat. Maka, peningkatan permintaan ikut memacu kenaikan pendapatan SBMA. Adapun kontribusi dari pemenuhan gas untuk sektor kesehatan dan personal terhadap pendapatan perseroan di 2021 mencapai 10 persen.

Menurut dia, peningkatan permintaan oksigen medis terjadi di Kalimantan, seperti di Tanjung, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Berau, Nunukan dan Tarakan, terutama saat kasus Covid-19 akibat varian Delta mengalami peningkatan drastis selama Juli-Agustus 2021.

“Kalau untuk saat ini permintaan oxygen medical relatif masih normal, namun kenaikannya terasa di hub kami yang ada di Bontang, terutama untuk suplai ke RSPP Sangatta dan juga di Balikpapan,” ucap Iwan.

Iwan menegaskan, SBMA menjamin kebutuhan oksigen medis, khususnya di Pulau Kalimantan bisa terpenuhi.

“Kami tetap siaga menghadapi varian Omicron. Belum lama ini, kami diundang Pemerintah Kota Balikpapan bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur untuk membahas ketersediaan oksigen medis. Kami menjamin ketersediaan stok aman,” papar Iwan.

Bahkan, lanjut dia, untuk mencukupi kebutuhan oksigen medis maupun gas industri yang terus meningkat, SBMA berencana membangun pabrik baru dengan nilai capex sebesar Rp30 miliar. Dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi tersebut, maka diharapkan produksi SBMA, termasuk oksigen medis bisa meningkat dari 2 juta liter per tahun menjadi 10 juta liter per tahun.

Iwan menambahkan, SBMA juga siap memenuhi kebutuhan oksigen medis dari masyarakat dengan cara melayani isi ulang pada tabung oksigen. “Jadi, kami sistemnya seperti pengisian bahan bakar minyak di pompa bensin. Pelanggan membawa tabung, lalu ditunggu sebentar saat kami mengisi, selanjutnya dikembalikan ke pelanggan,” kata Iwan. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Hilirisasi Batu Bara Digeber! Pertamina–MIND ID Siapkan DME Pengganti LPG Impor

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

RDMP Balikpapan Dikebut! Proyek Rp123 T Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menggeber Proyek Refinery Development Master Plan...

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...