Home MIGAS Minyak Dunia Melesat, Brent Naik 2,1 Persen, WTI Lebih Rendah
MIGAS

Minyak Dunia Melesat, Brent Naik 2,1 Persen, WTI Lebih Rendah

Share
Harga Minyak Mentah RI Alami Penurunan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak melambung dalam sesi dengan volume yang ringan, Kamis, di tengah tanda-tanda efek varian Omicron mungkin tak seburuk yang ditakuti sebelumnya, bahkan ketika sejumlah negara memberlakukan pembatasan perjalanan seiring melonjaknya tingkat infeksi.

Pasar minyak bergejolak dalam beberapa hari terakhir atas seberapa serius dampak varian tersebut mempengaruhi permintaan bahan bakar. Varian Omicron lebih menular daripada varian virus korona sebelumnya, tetapi data awal menunjukkan strain itu menyebabkan tingkat penyakit yang lebih ringan.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,56 atau 2,1 persen, menjadi USD76,85 per barel, setelmen tertinggi sejak 26 November, dan kenaikan 4,5 persen pekan ini. 

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat USD1,03, atau 1,4 persen, menjadi USD73,79 per barel, melambung 4,1 persen minggu ini. Volume relatif ringan pada sesi Kamis, dengan hanya 244.000 kontrak perdagangan  front-month , menurut data Refinitiv Eikon, dibandingkan rata-rata harian 381.000 kontrak selama 200 hari terakhir.  

Demikian mengutip dari laporan  Reuters,  di New York, Kamis (23/12/2021) atau Jumat (24/12/2021) pagi WIB.

“Kehancuran permintaan yang semua orang pikir akan terjadi ternyata tidak terjadi,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Namun, sejumlah negara memberlakukan pembatasan perjalanan yang lebih ketat untuk memperlambat penyebaran varian tersebut, yang dapat menekan permintaan bahkan jika Omicron menyebabkan tingkat rawat inap yang lebih rendah, terutama di antara yang sudah divaksinasi.

Kota Xian di China, Rabu, memerintahkan 13 juta penduduknya untuk tinggal di rumah, sementara Skotlandia memberlakukan pembatasan berkumpul mulai 26 Desember hingga tiga minggu, dan dua negara bagian Australia menerapkan kembali mandat penggunaan masker.

Amerika Serikat mengizinkan penggunaan pil antivirus Covid-19 terpisah yang diproduksi Pfizer dan Merck, dan pejabat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengatakan kedua obat tersebut efektif melawan varian Omicron.

AstraZeneca mengatakan tiga dosis vaksin Covid-nya efektif melawan Omicron, mengutip data dari studi laboratorium Universitas Oxford.

Rig minyak dan gas Amerika yang beroperasi naik ke level tertinggi sejak April 2020 pada minggu terakhir, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes. Jumlah keseluruhan sekarang 586 unit, menandakan peningkatan output dalam beberapa bulan mendatang.

Empat orang terluka dalam kebakaran di kilang minyak Baytown Exxon Mobil, salah satu yang terbesar di Amerika Serikat. Api padam, dan kilang sedang menyesuaikan produksi di fasilitas tersebut, yang memiliki kemampuan untuk memproses hingga 560.000 barel per hari. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...