Logo SitusEnergi
Konsumsi Pertalite dan Pertamax di Sulteng Meningkat Konsumsi Pertalite dan Pertamax di Sulteng Meningkat
Jakarta, situsenergy.com Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII M Roby Hervindo mengungkapkan, tingkat konsumsi BBM nonsubsidi saat ini cukup diminati masyarakat... Konsumsi Pertalite dan Pertamax di Sulteng Meningkat

Jakarta, situsenergy.com

Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII M Roby Hervindo mengungkapkan, tingkat konsumsi BBM nonsubsidi saat ini cukup diminati masyarakat di wilayah Sulawesi tengah.

Menurut dia, meskipun harga jual BBM jenis nonsubsidi ini sedikit diatas Premium, namun hal ini tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk mengkonsumsi jenis BBM tersebut.

“Saat ini harga jual BBM jenis Pertalite di sarana pengisian bahan bakar umum Rp 7.800/liter, sedangkan harga Pertamax Rp 8.900/liter,” katanya dalam keterangan persnya yang diterima situsenergy.com di Jakarta, Rabu (14/2/2018) pagi.

Dikatakan, peralihan konsumsi ini, karena masyarakat sudah mulai memahami keunggulan produk ksusunya Pertalite dan Pertamax.

“Meskipun konsumsi Premium menurun 23 persen namun kita masih tetap menyediakan sesuai segmennya masing-masing sehingga kebutuhan BBM di tingkat masyarakat tetap terpenuhi,” paparnya.

Ia menambahkan, keunggulan Pertalite dan Pertamax, jauh lebih irit dibanding BBM jenis premium, sehingga jarak tempuhnya cukup tahan dan cocok digunakan untuk perjalanan jauh. “Yang pasti jauh lebih irit,” ucapnya.

Roby mengungkapkan, di wilayah Sulawesi pada umumnya, tingkat konsumsi BBM khusus jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Solar terus meningkat di Sulawesi.

BACA JUGA   Pertamina Catat Konsumsi BBM Mulai Naik Di Era New Normal

“Ada perubahan perilaku pnggunaan BBM oleh masyarakat yang dulunya menggunakan BBM jenis Premium kini beralih ke BBM nonsubsidi,” urainya.

Masih menurut Roby, berdasarkan data tahun 2017 penggunaan BBM semua jenis mengalami kenaikan konsumsi, seperti BBM jenis Pertalite tingkat konsumsinya 118.259 kiloliter sedangkan 2016 hanya sekitar 37.138 kiloliter atau 218 persen lebih.

“Sedangkan, BBM jenis Pertamax 8.818 kiloliter, sedangkan tahun lalu hanya berkisar 7.325 kiloliter atau naik 20 persen,” ungkapnya.

Sementara Solar 129.389 kiloliter yang pada 2016 hanya 128.316 kiloliter atau naik lebih satu persen. “Untuk Pertamax Turbo 5.36 kilo liter dan Pertamina Dex 24 kiloliter sebab 2016 jnis BBM ini belum dipasarkan,” terang Roby.

“Untuk konsumsi BBM jenis premium di tahun 2017 mengalami penurunan 241.739 kilo liter di banding 2016 lalu 314.396 kilo liter atau kurang dari 23 persen,” pungkasnya.(ADI)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *