Home MINERBA Kinerja Positif, Ifishdeco Siap Akusisi Perusahaan Tambang Baru
MINERBA

Kinerja Positif, Ifishdeco Siap Akusisi Perusahaan Tambang Baru

Share
Kinerja Positif, Ifishdeco Siap Akusisi Perusahaan Tambang Baru
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Ifishdeco Tbk mengumumkan pertumbuhan kinerja fantastis sepanjang tahun 2021. Tercatat pada periode itu penjualan bersih perusahaan tumbuh 129 persen menjadi Rp906,25 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp396,57 miliar atau year on year (yoy).

Ineke Kartika Dewi, Direktur Keuangan Ifishdeco menjelaskan dengan peningkatan penjualan itu mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar Rp159,07 miliar atau melonjak 577 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, perusahaan mencetak laba bersih Rp23,48 miliar di sepanjang 2020 lalu.

“Berbagai strategi bisnis Ifishdeco terbukti berhasil menghasilkan kinerja solid dengan berhasil mencetak rekor tertinggi laba bersih sejak berdiri, bahkan laba di tahun lalu melampaui pencapaian laba sebelum pandemi yakni Rp 97,72 miliar pada 2019,” kata Ineke Kartika dalam keterangannya, Jumat (22/4/2022).

Mengacu pada kinerja selama lima tahun terakhir, Ifishdeco mampu meraih kinerja di tengah tekanan pandemi Covid-19 dan larangan ekspor bijih nikel. Dalam lima tahun terakhir, Ifishdeco berhasil membukukan pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 24,87 persen. Sebagai perbandingan, di tahun 2017 Ifishdeco membukukan penjualan bersih Rp 324,71 miliar.

“Di tengah tren permintaan tinggi komoditas nikel di pasar domestik dan global, Ifishdeco menargetkan kenaikan volume produksi sehingga bisa mencapai kinerja produksi sebelum pandemi. Peningkatan volume produksi juga akan dilakukan bersamaan dengan strategi efisiensi,” ulasnya.

Di tahun ini Ifishdeco akan memulai transformasi digital yang ditargetkan akan berdampak pada efisiensi yakni penurunan beban operasional sekaligus pengawasan operasional. Selain mengejar kenaikan volume produksi dan efisiensi, Ifishdeco juga membuka peluang untuk melakukan ekspansi organik lewat akuisisi tambang nikel sebagai sumber pertumbuhan baru di masa depan sekaligus memperbesar cadangan nikel. Ifishdeco melihat ada sejumlah potensi akuisisi lewat berbagai opsi, diantaranya melakukan akuisisi greenfield atau akuisisi perusahaan tambang nikel yang sudah beroperasi.

“Untuk mencapai target pertumbuhan berkelanjutan, perseroan menyiapkan capital expenditure (capex) Rp12 miliar di tahun ini. Mayoritas capex digunakan untuk pembelian alat berat,” sambung Ineke Kartika.

Ineke meyakini dengan beragam strategi ekspansi ini, ke depan Ifishdeco mampu memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu produsen tambang nikel terkemuka di Indonesia. Menurutnya pasar komoditas nikel diperkirakan akan tetap tumbuh positif di tahun ini. Berdasarkan data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan permintaan bijih nikel tahun 2022 dalam negeri diperkirakan melonjak tajam hingga 30 persen dibandingkan tahun 2021. Peningkatan tersebut seiring dengan beroperasinya sejumlah smelter pengolahan nikel di tahun 2022. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...