Home MIGAS Kementerian ESDM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator PLTS Untuk Daerah 3T
MIGAS

Kementerian ESDM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator PLTS Untuk Daerah 3T

Share
kementerian esdm gelar pelatihan dan sertifikasi operator plts untuk daerah 3t
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan proyek percepatan akses energi bersih dari Badan Program Pembangunan PBB atau The ACCESS Project UNDP menyelenggarakan pelatihan teknis dan sertifikasi pengoperasian serta pemeliharaan PLTS terpusat bagi operator angkatan ketiga di Kampus PPSDM KEBTKE Jakarta, pada 2-15 Juni 2022.

Menurut Kepala PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM Laode Sulaeman, pihaknya memberikan pelatihan kepada 18 orang untuk menjadi operator PLTS terpusat guna mendukung layanan listrik yang terjangkau, layak, dan berkelanjutan, terutama di daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

“Lewat rangkaian kegiatan ini kita berharap akan tercipta calon-calon operator yang handal, terampil, kompeten, dalam segala aspek pengoperasian dan perawatan PLTS terpusat, sehingga nanti bisa diterapkan di PLTS yang akan dibangun di desanya masing-masing,” kata Laode dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (07/6/2022).

Menurut dia, pelatihan ke-3 ini diikuti 18 peserta dan kali ini juga diikuti oleh tiga peserta dari desa di luar target ACCESS.
Pelatihan tersebut merupakan rangkaian pelatihan dan sertifikasi operator lokal dari Indonesia yang berjumlah 50 orang.

“Dari 50 operator, 46 berasal dari 23 desa target proyek ACCESS, 50 persen adalah operator perempuan dan empat orang dari desa di luar wilayah kerja ACCESS. Sejauh ini sudah ada 30 operator lokal yang telah mengikuti pelatihan dan tersertifikasi sebagai operator PLTS off grid angkatan pertama dan kedua,” paparnya.

“Teknologi PLTS terus berkembang, sehingga memerlukan personel yang terampil dan kompeten dalam pembangunan dan pengelolaannya,” sambung Laode.

Sementara Kepala Unit Lingkungan Hidup UNDP Indonesia Aretha Aprilia menyampaikan UNDP sepenuhnya mendukung upaya pemerintah mengelola lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini kemudian diturunkan menjadi berbagai kebijakan, program, dan proyek terkait pemeliharaan lingkungan hidup, pengentasan kemiskinan dan pengembangan pemanfaatan energi bersih, termasuk Proyek ACCESS,” ujar Aretha.

“Kesiapan para operator akan menjadi komponen penting dalam pengoperasian PLTS yang rencananya akan mulai dibangun pada 2022 dan berharap dapat merealisasikan penyediaan energi bersih yang berkelanjutan bagi lebih dari 3000 keluarga di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah pada 2023,” pungkasnya.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bali Dikebut Pulih! Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM dan 60 SPBU 24 Jam

Denpasar, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga menggenjot pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM)...

Pertamina Bor Cari Migas di Kalimantan Utara, Sumur Tingkilan-001 Dibidik Tembus 1.574 Meter

Mangkupadi, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai...

Pertamina dan Transjakarta Bidik Bus Hidrogen, Dua Unit Ditargetkan Mengaspal pada 2028!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menjajaki pengembangan...

Pertamina Lirik Limbah Lemak Jadi Bahan Bakar Pesawat, Gandeng PAL Jaya!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina (Persero) mulai menjajaki peluang mengubah limbah lemak menjadi sumber...