Home MIGAS Kalangan Industri Minta Kebijakan Gas Murah Diperluas
MIGAS

Kalangan Industri Minta Kebijakan Gas Murah Diperluas

Share
Chair ETWG Presidensi G20 Indonesia: Stabilitas Pasar Gas Sangat Penting
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pelaku industri menuntut agar pemerintah memperluas cakupan industri yang menerima manfaat dari fasilitas harga gas murah, USD6 per British thermal unit (MMBTU). Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah memberikan harga gas murah bagi tujuh sektor industri.

Hal itu disampaikan Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Fridy Juwono dalam diskusi virtual hari ini, Kamis (24/6/2021). Ia mengungkap, ada pengajuan dari industri-industri lain yang meminta keadilan untuk sektor energi, khususnya pada fasilitas harga gas murah.

“Ada permintaan dari teman-teman lain berharap bahwa perlu ada keadilan untuk energi ini dan nggak hanya untuk tujuh sektor industri,” jelasnya.

Friday mengatakan, kebijakan harga gas USD6 per MMBTU itu berdampak pada peningkatan utilitas produksi, seperti industri kaca, terjadi peningkatan utilitas sampai dengan 100 persen.

Peningkatan utilisasi juga terjadi pada industri keramik yang mampu pulih dengan cepat dari hanya 30 persen pada Kuartal II tahun 2020 menjadi 60 persen pada Kuartal III tahun 2020 dan mencapai utilisasi produksi yang lebih baik dari tahun sebelumnya pada akhir tahun 2020.

“Industri baja melaporkan perbaikan utilitas produksi dari sekitar 20-30% menjadi 51,2 persen,” ungkapnya.

Ia memaparkan, ada 13 usulan sektor baru industri untuk mendapatkan harga gas USD6 per MMBTU, antara lain industri ban, industri makanan dan minuman, industri pulp dan kertas, industri logam, industri permesinan, industri otomotif dan lainnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, dampak dari implementasi tujuh sektor industri yang mendapatkan harga gas USD6 per MMBTU menjadi bisa tumbuh dan bersaing. Namun diakuinya, dalam pelaksanaan di lapangan belum efektif secara keseluruhan.

“Di bulan Juni-Juli baru beberapa diberlakukan harga gas itu secara bertahap di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumbagsel. Pada umumnya rekomendasi secara keseluruhan di bulan Agustus,” ungkapnya.

Sebagai informasi saja, kebijakan harga gas USD6 per MMBTU sudah berlaku sejak 1 April 2020. Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Menteri ESDM No.8 tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri, adapun tujuh industri yang menerima harga gas USD6 per MMBTU ini antara lain:
1. Industri pupuk
2. Industri petrokimia
3. Industri oleochemical
4. Industri baja
5. Industri keramik
6. Industri kaca
7. Industri sarung tangan karet. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...