Jakarta, situsenergi.com
Jakarta Drilling Society (JDS) sebagai organisasi non-profit ini terus memfasilitasi pendidikan pengeboran minyak, gas, dan geothermal secara gratis sebagai kontribusi untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang unggul di tengah perubahan industri energi. Wujud komitmen ini ditandai melalui gelaran wisuda angkatan ke-6 akhir pekan lalu.
Dalam sambutannya, Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Raden Ajeng Sondaryani (Inge), menekankan peran generasi muda dalam menjaga kemandirian energi nasional. “Pencapaian ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi kontribusi nyata bagi daya saing sektor energi Indonesia,” ujar Inge dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).
Ia menambahkan bahwa kompetensi para lulusan akan membantu industri berinovasi dan memenuhi kebutuhan energi masa depan. Inge juga mengingatkan bahwa industri energi terus berubah cepat.
“Tantangan global semakin besar, didorong teknologi seperti artificial intelligence dan tuntutan efisiensi energi. Generasi kalian akan menjadi penggerak utama, inovator, problem solver, sekaligus penjaga keberlanjutan sumber daya alam,” katanya.
Sementara itu Ketua Umum JDS, Yudi Hartono menyampaikan apresiasi kepada peserta dan pengurus. Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota membuat JDS menjadi ekosistem yang kuat untuk mendukung transisi energi. “Saya bangga karena peluang di sektor ini semakin luas dan para lulusan hari ini siap mengisinya,” tutur Yudi.
Sekretaris Jenderal JDS, Redha Bhawika Putra, menilai pencapaian Batch 6 adalah bukti perkembangan ekosistem JDS sebagai wadah pembelajaran energi yang relevan. “Selama 2025, JDS berhasil menyelenggarakan 70 kegiatan yang mencakup kelas teknis, pengembangan kepemimpinan, hingga forum lintas industri,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa JDS berkomitmen menghadirkan standar pendidikan global untuk sektor pengeboran, oil & gas, dan geothermal.
Ketua panitia, Masyita Prabandari, menegaskan visi besar JDS. “Tujuan kami sederhana namun strategis, menjadikan JDS sebagai platform pendidikan pengeboran terbaik di dunia dan pusat networking para profesional energi,” katanya. Ia berharap alumni JDS mampu menjadi inovator dan pengambil keputusan di masa depan.
Ketua angkatan Batch 6, Muhammad Arif Raihannur, menutup acara dengan pemberian penghargaan kepada peserta dan pengajar. “JDS juga memberikan penghargaan kepada peserta berprestasi serta mengapresiasi para pengajar yang telah mengajar tanpa imbalan finansial,” ujarnya.

Dalam penutupan itu, JDS menetapkan Priozky Pratama Purba dan Dina Prasetiawati sebagai Best Student JDS Batch 6, sekaligus menegaskan kembali komitmen JDS untuk menjadi platform pendidikan dan kolaborasi terbaik di sektor pengeboran dan energi Indonesia. (DIN/GIT)
Leave a comment