Home MINERBA Jaga Pasokan Batubara, Anak Usaha Krakatau Optimalkan Pelabuhan Curah
MINERBA

Jaga Pasokan Batubara, Anak Usaha Krakatau Optimalkan Pelabuhan Curah

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pasokan Energi dalam negeri khususnya batubara menjadi isu hangat awal tahun 2022 dengan berbagai kebijakan yang diambil Pemerintah diantaranya larangan ekspor batubara. Langkah ini diambil Pemerintah untuk menjaga ketersediaan energi dalam negeri agar tetap aman dan melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

CEO Krakatau International Port (KIP), Akbar Djohan menyampaikan bahwa awal tahun 2022 ini menjadi momentum Pemerintah dan sektor swasta untuk bersinergi dalam menjaga pasokan energi dalam negeri dengan menciptakan inovasi dan gagasan yang memberikan nilai tambah bagi negara dan khususnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

KIP dan Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara (Aspebindo) sepaham untuk melakukan kajian dalam rencana kerja sama dalam mengoptimalisasikan lahan, sarana, dan fasilitas yang dimiliki dikelola oleh KIP sebagai pusat kegiatan penanganan batu bara, khususnya di Indonesia Bagian Barat.

“KIP sebagai Pelabuhan curah terbesar di Indonesia memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat penanganan batu bara di Indonesia, hal tersebut menjadi perhatian bangsa bukan hanya persoalan satu pihak saja. KIP dan Aspebindo sepaham untuk pengembangan sektor energi dan menjaga pasokan dalam negeri,” ungkap Akbar pada Kamis (13/01/2022).

KIP maupun Aspebindo akan melakukan kajian atas rencana penyediaan sarana atau terminal penanganan batu bara (coal handling terminal) dan infrastruktur atau sarana logistik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sama kedepan nanti.

Akbar yang juga merupakan Kepala Badan Rantai Pasok dan Logistik KADIN Indonesia menyampaikan, Fasilitas yang ada di KIP ini dapat membantu dalam menjamin kepastian suplai batubara di Indonesia bagian barat, karena wilayah barat ini sangat membutuhkan batu bara, dan KIP tentunya siap membantu pemerintah dan para pengusaha batu bara yang tergabung dalam Aspebindo untuk merealisasikan hal ini.(SA/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...