Logo SitusEnergy
Impor Minyak Melonjak 74 Persen, Inas Zubir: Tak Terkait Kebakaran Kilang Balongan Impor Minyak Melonjak 74 Persen, Inas Zubir: Tak Terkait Kebakaran Kilang Balongan
Jakarta, Situsenergi.com Praktisi migas, Inas N. Zubir memastikan, lonjakan impor minyak yang terjadi pada bulan Maret 2021, tidak terkait dengan kejadian terbakarnya Tanki Kilang... Impor Minyak Melonjak 74 Persen, Inas Zubir: Tak Terkait Kebakaran Kilang Balongan

Jakarta, Situsenergi.com

Praktisi migas, Inas N. Zubir memastikan, lonjakan impor minyak yang terjadi pada bulan Maret 2021, tidak terkait dengan kejadian terbakarnya Tanki Kilang Balongan pada akhir bulan lalu.

Pernyataan Inas yang juga Politisi Partai Hanura itu menanggapi isu liar yang beredar, tentang data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkap impor minyak dan gas bumi (migas) pada Maret 2021 melonjak 74,74 persen.

“Pada intinya import Maret 2021 ini tendernya di Januari 2021, jadi gak ada kaitan dengan kebakaran Balongan,” ujar Inas kepada Situsenergi.com, Kamis (15/4).

Inas mengungkap, proyeksi volume impor bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, untuk jenis gasoline tahun ini akan berada di level 113 juta barel atau meningkat 15,5 persen dibandingkan dengan realisasi 2020 yang mencapai 97,8 juta barel.

Menurutnya, walaupun Pertamina memproyeksikan import, bensin Premium (RON 88) pada 2021 diperkirakan hanya akan mencapai 53,7 juta barel, atau turun 11,5 persen dari realisasi tahun lalu, tapi import Petramax (RON 92) semakin naik signifikan diperkirakan mencapai 59,3 juta barel atau naik 59,8 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya 37,1 juta barel.

BACA JUGA   Ambulans Gratis Tugu Insurance Khususkan Pelayanan pada Pasien Covid-19

“Jadi adanya kenaikan import BBM memang sudah menjadi proyeksi Pertamina karena diperkirakan aktifitas bisnis semakin membaik dibanding tahun lalu akibat pandemi covid-19, namun demikian import BBM tahun 2021 belum melampaui import BBM tahun 2019,” tuturnya.

Sementara itu jika terjadi lonjakan impor di bulan Maret 2021 untuk produk High Speed Diesel (HSD), di mana impor pada Maret 2021 melonjak 98,53 persen menjadi USD151,73 juta dari USD76,43 juta pada Februari 2021, serta kenaikan impor bensin Pertamax sebesar 74,53 persen menjadi USD420,55 juta dari USD 240,96 juta pada Februari 2021, maka impor ini sudah ditenderkan 3 bulan sebelumnya, dan bisa saja penyebabnya adalah adanya kilang yang melaksanakan turn around selama 1 bulan di bulan maret 2021.

“Jadi kemungkinan-nya sangat kecil jika melonjaknya impor di bulan Maret 2021, akibat kebakaran kilang Balongan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor impor untuk Maret 2021, hari ini, Kamis (15/4/2021). Berdasarkan data tersebut, diketahui impor minyak dan gas bumi (migas) pada Maret 2021 melonjak 74,74 persen (month to month/ mom) menjadi USD2,28 miliar dari USD1,30 miliar pada Februari 2021.

BACA JUGA   Dirut Pertamina Turun Langsung Temui Pasien Terdampak Insiden Tanki Balongan

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/ yoy), impor migas pada Maret 2021 ini naik 41,87 persen dari USD1,61 miliar pada Maret 2020.

Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai impor migas ini disebabkan oleh bertambahnya nilai impor minyak mentah sebesar 239,9 persen atau sebesar USD532,8 juta dan hasil minyak naik 58,61 persen atau USD448,7 juta. (SNU/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *