Home ENERGI TERBARUKAN Hubungan Bilateral Makin Baik, RI Ajak Korea Muluskan Transisi Energi
ENERGI TERBARUKAN

Hubungan Bilateral Makin Baik, RI Ajak Korea Muluskan Transisi Energi

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan Korea dapat menjadi mitra untuk berbagi pengalaman dalam menyukseskan transisi energi.

“Dunia saat ini sedang dalam proses menuju transisi energi. Sektor migas juga merupakan salah satu sektor yang menjalankan berbagai program strategis menuju transisi energi. Kami berharap Korea dapat menjadi mitra bagi Indonesia untuk saling berbagi pengalaman dalam menyukseskan transisi energi,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, dikutip, Kamis (28/10).

Indonesia, kata dia, menyakini hubungan diplomatik kedua negara yang terjalin dengan baik dan tahun ini genap berlangsung 48 tahun, dapat menjadi dasar bagi Kementerian ESDM dan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea untuk terus memperkuat kerja sama.

Tutuka mengatakan, dalam The 12th IKEF, delegasi kedua negara yang terdiri dari Pemerintah, BUMN dan swasta, bertemu secara online untuk berbagi kebijakan, informasi tentang kemajuan proyek bersama yang sedang berlangsung dan peluang kerja sama lainnya.

“Pemerintah mendorong agar BUMN dan swasta untuk menghadiri pertemuan tahunan ini dan bersama-sama menjajaki peluang kerja sama di bidang migas, kelistrikan, energi terbarukan (EBT), mineral dan batubara, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Delegasi Indonesia mengharapkan agar pertemuan ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan kerja sama kedua negara dalam waktu dekat. Pada subsektor energi baru dan terbarukan, Indonesia memiliki potensi sebesar 648.300 MW namun baru 2% atau sekitar 10.697 MW yang termanfaatkan.

Potensi ini berasal dari solar, hidro, panas bumi, angin dan bioenergi. Untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, pemerintah telah melakukan upaya-upaya seperti peningkatan kapasitas EBT, konversi energi primer fosil dan pemanfaatan energi baru terbarukan non-listrik atau non-BBM.

“Penggunaan energi terbarukan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat,” ungkap dia.(SA/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Keseimbangan Migas dan EBT Dinilai Penting Jaga Ketahanan Energi 2026

Jakarta, situsenergi.com Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolin Wahjong menegaskan, sektor...

Indonesia ‘Digeruduk’ Mobil Listrik, TÜV Rheinland Soroti Tantangan Keselamatan

Jakarta, situsenergi.com Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia melaju kencang, bahkan sudah...

Indonesia ‘Digeruduk’ Mobil Listrik, TÜV Rheinland Soroti Tantangan Keselamatan

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia melaju kencang, bahkan sudah...

Chery Siapkan Investasi Rp5,25 Triliun untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, siap menggelontorkan investasi senilai Rp5,25...