Home MIGAS Harga Saham Kian Meningkat, Saham PGE Layak Beli
MIGAS

Harga Saham Kian Meningkat, Saham PGE Layak Beli

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra mengatakan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE diprediksi memiliki masa depan bisnis yang cerah. 

Menurutnya saham dari emiten dengan bisnis berbasis panas bumi ini layak dibeli karena potensi harganya dapat meroket ke depan. Dalam laporannya, Sinarmas menyebut status saham PGEO dengan rekomendasi “beli” dengan mematok target price (TP) saham di Rp1.900/lembar.

Inav menjelaskan posisi PGEO sangat strategis untuk melakukan transisi energi terbarukan di Indonesia karena hubungannya dengan Pertamina dan pemerintah. “Hal ini menjadi peluang utama bagi PGEO untuk berkontribusi dalam upaya peralihan ke energi terbarukan,” ujar Inav dalam keterangannya, Senin (25/9/2023).

Dalam analisisnya, Inav menilai panas bumi itu sebagai sumber daya yang kompetitif karena tidak memerlukan bahan bakar dalam produksi listrik. Ini berarti, kata dia, PGEO tidak terpengaruh volatilitas harga bahan bakar. Inav juga mengatakan potensi dari panas bumi ini memiliki masa pakai yang lebih lama dengan upaya pemeliharaan yang lebih sedikit dibanding bahan bakar fosil. 

“Hal penting lainnya adalah panas bumi merupakan energi yang selalu tersedia, tidak terpengaruh oleh cuaca dan siklus siang-malam, terakhir panas bumi mampu memproduksi listrik dengan temperatur yang relatif rendah (<350 celsius), dibanding bahan bakar fosil (>2000 celsius),” jelasnya.

Alasan lain yang membuat saham PGEO ini layak beli karena adanya kemitraan yang dilakukan dengan Africa Geothermal International Ltd. (AGIL). Selain itu, potensi penyelesaian proyek PLTP binary pertama di Indonesia pada tahun 2026-2027 juga akan menjadikan saham PGEO prospektif.

“Kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam perjalanan PGE dalam memperluas portofolio proyek secara global, yang akhirnya akan membuka peluang pertumbuhan di masa depan,” ujarnya.

Pada saat kunjungan ke Kenya, Pertamina Geothermal Energy juga melakukan kunjungan ke Lapangan Olkaria I milik Kenya Electricity Generating Company PLC (KenGen) untuk  sharing knowledge terkait penerapan teknologi yang efisien serta menggali potensi kolaborasi di masa mendatang.

Selain dengan AGIL, pada 13 September 2023 lalu PGEO juga menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan Geothermal Development Company (GDC) untuk mempelajari lebih lanjut kemungkinan kerja sama dalam pengembangan potensi panas bumi di Kenya dan Indonesia.

Inav juga meyakini bahwa saham PGEO selama ini undervalued. Alasannya karena masih terbatasnya jumlah perusahaan sejenis yang memiliki model bisnis dan profil risiko yang serupa yang sudah melantai di bursa. “Rekomendasi beli ini cukup berdasar,” katanya.

PIS

Pada penutupan perdagangan Senin (25/9), harga saham PGEO menguat 1,90% dari harga pembukaan sebesar Rp1.575 menjadi Rp1.605. Dalam sepekan terakhir, harga saham PGEO ini menunjukkan tren yang terus meningkat. Saat IPO pada 24 Februari 2023 lalu saham PGE dibuka di level Rp875 per lembar. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...