Home ENERGI Harga Intenasional Fluktuatif, Bea Keluar HPE Naik
ENERGI

Harga Intenasional Fluktuatif, Bea Keluar HPE Naik

Share
Bea Keluar HPE Naik
Bea Keluar HPE Naik
Share

Jakarta, situsenergy.com

Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK), naik karena dipengaruhi peristiwa fluktuasi harga internasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, membenarkan  peristiwa itu. Siaran pers Kemendag, Jumat (29/9), menyatakan HPE produk pertambangan kena BK, naik.

“PHE produk pertambangan mulai mengalami kenaikan, karena dipengaruhi fluktuasi harga internasional, seperti konsentrat besi (hematit, magnetit), konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit), dan konsentrat pasir besi (lamela magnetitilmenit),” kata Oke Nurwan.

Bila dilihat peristiwa September 2017, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan PHE, sehingga Kemendag menetapkannya dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69/M-DAG/PER/9/2017, tanggal 22 September 2017.

Produk pertambangan kena BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE adalah untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Bila dilihat dari periode sebelumnya, kenaikan HPE dialami sebagian besar produk pertambangan pada periode Oktober 2017.

Misalnya, konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) pada periode Oktober ditetapkan dengan harga rata-rata US$ 2.215,80/WMT atau naik sebesar 5,21%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$ 220,17/WMT atau naik sebesar 5,43%, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$ 974,97/WMT atau naik sebesar 0,46%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 905,67/WMT atau naik sebesar 13,03%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 242,17/WMT atau naik sebesar 2,31%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 969,33/WMT atau naik sebesar 3,32%, nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata US$ 16,76/WMT atau naik sebesar 13,01%, dan bauksit (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga ratarata US$ 37,57/WMT atau naik sebesar 6,53%.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62%) dengan harga rata-rata US$ 58,50/WMT, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%) dengan harga rata-rata US$ 29,89/WMT, dan konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$ 34,93/WMT atau masing-masing turun sebesar sebesar 2,71%.

Oke Nurwan, menyatakan, penetapan HPE periode Oktober ini ditetapkan setelah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait serta memperhatikan berbagai masukan tertulis dari pihak kompeten. (mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...