Home ENERGI Harga ICP dan Batubara Tumbang, Pengaruhi Neraca Perdagangan
ENERGI

Harga ICP dan Batubara Tumbang, Pengaruhi Neraca Perdagangan

Share
TOPSHOT - General view of an open coal mine near Mahagama, in the Indian state of Jharkhand on April 5, 2019. (Photo by XAVIER GALIANA / AFP) (Photo credit should read XAVIER GALIANA/AFP via Getty Images)
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa dalam sebulan terakhir terjadi perkembangan dinamika global sehingga membuat beberapa komoditas strategis mengalami perubahan harga. Hal itu membuat kinerja perdagangan nasional juga terpengaruh.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan beberapa komoditas unggulan yang mengalami penurunan harga yaitu minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price / ICP) pada September 2020 sebesar USD37,43 per barel. Harga ini turun 10 persen jika dibandingkan periode Agustus 2020 yang nilainya mencapai USD41,63 per barel. Selain itu harga batubara juga mengalami penurunan dimana di saat yang sama permintaan batubara dari berbagai negara juga mengalami pelemahan akibat adanya pandemi.

“Harga minyak mentah di banding posisi tahun lalu juga turun tajam yaitu 38,5 persen. Komoditas lain yang turun harga seperti perak dan emas, harga emas turun secara bulanan 2,37 persen meski dibandingkan tahun lalu harga emas naik 27,23 persen,” tutur Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10).

Sementara itu beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga minyak kelapa sawit yang mengalami kenaikan 4,97 persen pada September 2020 secara bulanan. Sementara jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 37,5 persen. Atas perubahan harga tersebut dipastikan capaian ekspor dan impor pada bulan September 2020 juga mengalami penyesuaian meskipun secara total terjadi surplus.

“Harga karet juga naik secara bulanan sebesar 9,07 persen dan meningkat 23,9 persen secara tahunan. Komoditas lain yang naik harga coklat minyak kernel kalau untuk harga batubara sebaliknya,” pungkas Suhariyanto. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...