Home ENERGI Harga Gas untuk Industri Keramik dan Baja di Jawa Timur Turun
ENERGI

Harga Gas untuk Industri Keramik dan Baja di Jawa Timur Turun

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Industri keramik dan baja di Jawa Timur kini bernafas lega dengan terealisasinya penurunan harga gas untuk industri. Penurunan harga gas tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter Of Agreement (LOA) antara PT Pertagas Niaga (PTGN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan Minarak Brantas Gas, Inc (MBGI).

Penandatanganan LoA dilakukan oleh President Director PTGN, Linda Sunarti, Commercial Director PT PGN, Fariz Aziz dan President MBGI Faruq Adi Nugroho secara virtual yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas, Dwi Sucipto.

Linda mengatakan komitmen penurunan harga gas industri tersebut sebagai bentuk implementasi Kepmen ESDM No 89.K/10/MEM//2020 yang mengatur penyesuaian harga gas bumi untuk sejumlah industri tertentu. Penyesuaian harga gas bagi PTGN di wilayah Jawa Timur diperoleh dari MBGI dengan alokasi sebanyak 2,5 MMSCFD dengan harga USD5,12 per MMBTU yang diperuntukkan khusus untuk industri keramik dan baja.

“Di tengah masa pandemi ini kami berharap penurunan harga gas ini menjadi angin segar pelaku industri sehingga bisa terus optimis menumbuh-kembangkan bisnisnya ke depan,” ujar Linda Sunarti dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Dijelaskannya, penurunan harga gas hulu dan industri ini dihitung mulai berlaku sejak 13 April 2020. Seperti diketahui pemerintah telah menurukan harga gas bagi tujuh sektor industri yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung karet. Kebijakan ini ditetapkan guna mendorong pertumbuhan industri domestik. Sebelumnya, PTGN juga telah menandatangani LoA serupa guna mendukung penurunan harga gas hulu untuk gas bagi industri pupuk, oleochemical, keramik, dan petrokimia di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

“Diharapkan penurunan harga gas ini akan memberi multiplayer effect untuk mendorong peningkatan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi pertumbuhan industri,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...