Home MIGAS FIPGB Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Pasokan Gas di Dalam Negeri
MIGAS

FIPGB Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Pasokan Gas di Dalam Negeri

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menekankan pentingnya keberlanjutan pasokan di dalam negeri. Untuk itu, penguatan koordinasi serta terciptanya kesepahaman lintas sektor mutlak diperlukan dalam rangka optimalisasi gas bumi di dalam negeri.

Menurut Wakil Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaja, hal terpenting bagi industri pengguna gas bumi adalah kepastian pasokan dan kepastian harga agar keberlangsungan serta keberlanjutan produksi terjaga.

Pihaknya juga menyadari bahwa konsistensi kepastian pasokan gas bumi saat ini sulit terealisasi karena masih terdapat sejumlah faktor yang harus dibenahi. Salah satunya terkait harga sebagaimana tercermin dalam program gas murah untuk industri yang dikenal sebagai Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

”Kalau perlu HGBT buat industri dicabut saja nggak apa-apa. Yang penting adalah perlu kepastian pasokan,” kata Achmad, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu (22/6).

Menurutnya, program HGBT yang mematok harga sebesar USD6 per MMBTU, di satu sisi memang sangat bermanfaat dan dinikmati industri pengguna gas bumi. Namun di sisi lain, pada saat yang sama negara harus menyubsidi ke sektor hulu migas sehingga produksinya akan sangat tergantung ketersediaan dana APBN itu sendiri.

Selain itu, dari sisi midstream dan downstream sebagai pihak pemilik serta pengelola infrastruktur penyaluran gas bumi, harga tersebut juga tidak mencapai nilai keekonomian.

“Situasi ini yang menciptakan ketidakpastian akan pasokan sehingga pada akhirnya juga tidak menguntungkan bagi pihak manapun. Padahal yang terpenting adalah kepastian pasokan gas ke industri,” tegasnya.

Achmad berharap pemerintah segera menentukan skema yang pasti. Dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan koodinasi lintas sektor.

“Mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan harus ada koordinasi, serta kesepahaman antara pelaku industri migas dan juga industri pengguna gas bumi,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Patra Jasa Group Turun Langsung! 500 Penyintas Banjir Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, situsenergi.com Patra Jasa Group bergerak cepat membantu warga terdampak banjir bandang...

Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Adera, Potensi 3.442 BOPD

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Adera Field kembali mencatat temuan penting...

Petro Dollar Bisa DiTaklukan Dengan Minyak Jelantah

Oleh : Salamuddin Daeng Serangan AS ke Venezuela menjadi pelajaran berharga bagi...

Ekspor Migas Tertekan, Defisit Perdagangan Kian Melebar di Akhir 2025

Jakarta, situsenergi.com Tekanan pada ekspor minyak dan gas bumi (migas) Indonesia semakin...